Saturday, 08 August 2026


Program Pertanian Wanam Sukses, Mentan Amran Tambah Anggaran dan Perluas ke Seluruh Papua

13 Jul 2026, 08:24 WIBEditor : Gesha

Program pertanian di Wanam, Merauke, dinilai sukses. Mentan Amran menambah anggaran dan memperluas program ke seluruh Papua demi meningkatkan kesejahteraan petani.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Merauke --- Program pertanian di Wanam, Merauke, dinilai sukses. Mentan Amran menambah anggaran dan memperluas program ke seluruh Papua demi meningkatkan kesejahteraan petani.

Keberhasilan program pengembangan pertanian di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) memperluas pembangunan sektor pertanian ke berbagai wilayah di Tanah Papua.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah menambah alokasi anggaran agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Langkah tersebut diambil setelah program pertanian di Wanam dinilai mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong kesejahteraan petani. Antusiasme masyarakat dan pemerintah daerah di berbagai provinsi di Papua untuk mengadopsi program serupa juga menjadi pertimbangan utama pemerintah.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pembangunan pertanian di Papua akan terus diperkuat dengan menyesuaikan kebutuhan dan potensi komoditas di masing-masing daerah.

"Rakyat Papua sudah menikmati peningkatan kesejahteraan yang luar biasa. Dan rakyat masih butuh tambahan. Saya sampaikan, silakan usulkan, kita siapkan anggaran tambahan tahun depan," ujar Amran saat berdialog dengan masyarakat di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, dalam kunjungannya beberapa waktu lalu.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi masyarakat adat menyampaikan aspirasi agar program pengembangan pertanian terus dilanjutkan. Tokoh masyarakat Wanam, Mama Yasinta, mengaku program pemerintah telah menghadirkan harapan baru bagi warga yang selama ini mendambakan pembangunan yang nyata.

Menurutnya, masyarakat menyambut baik perhatian pemerintah terhadap pembangunan pertanian di wilayah mereka.

Sementara itu, Kepala Kampung Wanam sekaligus pemilik hak ulayat, Arnold Awalik, menegaskan masyarakat menerima sepenuhnya program pemerintah yang dijalankan di atas tanah adat. Ia berharap pembangunan lahan persawahan dapat membuka peluang masyarakat adat memiliki lahan produktif sendiri sehingga kesejahteraan mereka meningkat.

Menanggapi aspirasi tersebut, Mentan Amran langsung menyetujui pembukaan lahan sawah seluas sekitar 250 hektare di Wanam. Pengerjaan proyek tersebut ditargetkan dimulai dan diselesaikan pada tahun ini.

Selain pembukaan lahan, pemerintah juga akan menambah bantuan alat dan mesin pertanian, membangun jaringan irigasi, serta menerapkan teknologi pertanian modern agar Wanam menjadi kawasan percontohan pengembangan pertanian di Papua.

"Insyaallah selesai tahun ini. Kami yang bertanggung jawab. Nanti kami kirim traktor lagi, irigasi kami bangun, teknologi modern juga kita terapkan di Wanam sehingga masyarakat bisa menikmati hasil pertanian yang lebih baik," kata Amran.

Sebelumnya, pemerintah telah mengalokasikan bantuan sektor pertanian senilai Rp1,3 triliun untuk Papua Selatan sepanjang 2026. Bantuan tersebut meliputi alat dan mesin pertanian, pembangunan irigasi, jalan usaha tani, gudang, dryer, hingga pengembangan lahan pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani.

Keberhasilan program di Wanam juga memicu daerah lain di Papua mengajukan permohonan program serupa. Menurut Amran, sejumlah kepala daerah bersama perwakilan petani dari Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan telah datang ke Jakarta untuk menyampaikan usulan pengembangan sektor pertanian sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Kementan menyesuaikan alokasi anggaran pembangunan pertanian di Papua. Papua Pegunungan dan Papua Tengah masing-masing akan memperoleh 100 ribu paket peralatan pertanian guna mendukung pengembangan komoditas unggulan seperti ubi.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan pengembangan komoditas strategis lainnya, seperti kopi, kakao, sagu, hingga kedelai sesuai potensi daerah masing-masing.

"Alhamdulillah kami ubah anggaran demi Papua yang kita cintai. Kami ubah anggaran, berikan peralatan untuk Papua Pegunungan 100 ribu paket, Papua Tengah 100 ribu paket, kemudian bantuan kopi ribuan hektare. Semua disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan keunggulan daerahnya," ujar Amran.

Secara keseluruhan, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp3,2 triliun untuk pembangunan sektor pertanian di Papua pada 2026. Dalam dua tahun terakhir, total dukungan pemerintah untuk pembangunan pertanian di Tanah Papua telah mencapai sekitar Rp5,3 triliun.

Mentan Amran menegaskan seluruh pembangunan tersebut dibiayai oleh pemerintah dan hasilnya akan menjadi milik masyarakat. Menurutnya, pembangunan pertanian di Papua tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan warga, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan potensi pertanian yang dimiliki setiap daerah di Tanah Papua.

Reporter : NATTASYA
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018