Wednesday, 21 October 2026


Gantikan Nanik S. Deyang, Sudaryono Jadi Kepala BGN dengan Misi Hubungkan Petani ke MBG

22 Jul 2026, 14:10 WIBEditor : Gesha

Wamentan Sudaryono saat jumpa pers Jumat (29/5)

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta – Presiden Prabowo menunjuk Sudaryono menggantikan Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN. Ia membawa misi besar menghubungkan petani dengan program MBG.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono resmi ditunjuk Presiden Prabowo Subianto untuk menggantikan Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). 

Membawa latar belakang di sektor pertanian, Sudaryono menyebut salah satu fokus utamanya adalah memperkuat keterkaitan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan petani dan pelaku usaha pangan nasional.

Sudaryono mengungkapkan dirinya mendapat kabar penunjukan tersebut setelah menerima telepon dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. 

Ia kemudian dijadwalkan mengikuti pelantikan sebagai Kepala BGN untuk menggantikan Nanik S. Deyang yang sebelumnya mengundurkan diri karena alasan kesehatan.

"Betul, saya tadi ditelepon Pak Teddy, kemudian nanti siang atau sore ada pelantikan. Saya ditunjuk Presiden untuk menggantikan Bu Nanik yang memundurkan diri karena faktor kesehatan," ujar Sudaryono saat ditemui awak media, Rabu (22/7/2026).

Menurut Sudaryono, program MBG merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo yang telah dirancang sejak sebelum masa kampanye dan kini masuk dalam tahap implementasi nasional.

Ia menilai program tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memiliki dampak besar terhadap sektor pertanian dan rantai pangan nasional.

"Kalau ditanya soal MBG, saya tahu persis karena program ini sudah dibahas jauh sebelum kampanye. Dari sisi pertanian, kita juga menjadi pihak yang sangat berkepentingan bagaimana program ini berefek kepada petani, peternak, dan nelayan kita," katanya.

Sudaryono menegaskan, keberhasilan MBG membutuhkan keterlibatan sektor hulu. 

Pasalnya, kebutuhan bahan pangan untuk jutaan penerima manfaat harus berasal dari produksi dalam negeri yang melibatkan petani, peternak, hingga pelaku usaha pangan lokal.

Ia sebelumnya juga aktif mengawal isu dampak MBG terhadap komoditas pertanian, termasuk perkembangan harga telur dan ayam yang menjadi bagian dari rantai pasok program tersebut.

"Kita mengikuti, memastikan bagaimana harga telur, harga ayam, dan bagaimana efek MBG terhadap sektor pangan. Semua bisa menilai bagaimana dampaknya," ujarnya.

Dengan posisi barunya sebagai Kepala BGN, Sudaryono berpeluang membawa pendekatan berbeda dalam pengelolaan program MBG, khususnya dengan mengintegrasikan kebutuhan gizi nasional dengan penguatan produksi pangan domestik.

Menurutnya, tanggung jawab sebagai Kepala BGN merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan kerja keras.

"Tentu senang mendapatkan tanggung jawab ini, tapi tanggung jawabnya juga besar. Doakan saya agar bisa amanah dan berhasil menjalankan tugas ini," kata Sudaryono.

Dengan penunjukan tersebut, Sudaryono juga harus meninggalkan posisi sebagai Wakil Menteri Pertanian.

Ia menyebut berdasarkan informasi yang diterimanya, jabatan tersebut tidak dapat dirangkap.

"Dari keterangan Pak Menteri Sekretaris Negara tadi, tidak bisa rangkap jabatan. Jadi harus lepas dari Wamentan," jelasnya.

Sudaryono juga menyinggung hubungannya dengan Nanik S. Deyang yang sebelumnya memimpin BGN.

Ia menyebut keduanya memiliki hubungan dekat secara personal.

"Bu Nanik itu budenya anak-anak saya. Saya kenal lama, beliau seperti kakak saya sendiri. Hubungan kami bukan hanya karena politik atau karena Pak Prabowo, tetapi sudah seperti keluarga," ungkapnya.

Ke depan, Sudaryono memastikan akan bekerja maksimal untuk memperkuat pelaksanaan MBG. 

Ia meminta dukungan dari berbagai pihak agar program tersebut berjalan sesuai tujuan pemerintah.

"Saya akan bekerja sebaik-baiknya, bekerja keras untuk menjalankan tugas ini," pungkasnya.

Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN dinilai menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperkuat koneksi antara program pangan nasional dan agenda peningkatan kesejahteraan petani. 

Dengan pengalaman di sektor pertanian, ia diharapkan mampu membangun ekosistem MBG yang tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka pasar baru bagi produk pangan dalam negeri.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018