Thursday, 06 August 2020


Pelajari Ini Agar Produk UMKM Laku di Luar Negeri

22 Jul 2020, 15:52 WIBEditor : Gesha

Pameran di Luar Negeri adalah impian dari pelaku usaha UMKM | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Menembus pasar ekspor tidak hanya sekedar masuk kontainer dan shipping ke luar negeri. Pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) harus mengetahui apa saja skill yang dibutuhkan agar produknya menembus pasar ekspor.

Produk UMKM Indonesia memang kini telah banyak dikenal masyarakat luar negeri dengan kualitasnya. Mulai dari produk mentah hingga produk jadi yang sebagian besar dilakukan oleh pelaku usaha UMKM sudah mulai berjaya di luar negeri. 

Namun sebagian besar lainnya juga masih memiliki impian yang sama untuk menembus pasar luar negeri. "Indonesia sekarang berada di posisi buyers market, sehingga harus mengikuti maunya pasar," ungkap Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Kementerian Perdagangan, Ari Satria.

Ari yang sebelumnya adalah Direktur Pengembangan Produk Ekspor, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), Kemendag melihat masih banyak pelaku UMKM yang bersikeras produk yang dibuat sudah bagus, namun tidak melakukan riset pasar untuk mengetahui apa yang dibutuhkan pasar.

"Tidak hanya untuk ekspor tetapi juga di dalam negeri. Karenanya, adaptasi terhadap pasar ini wajib diketahui oleh pelaku UMKM dan perilaku konsumen (consumer behaviour) ini harus dipantau selalu," tukasnya.

Selama COVID 19, Kemendag melihat perubahan perilaku konsumen yang berubah. Misalnya, permintaan untuk kebutuhan dasar dan kesehatan termasuk herbal semakin meningkat dan lebih melakukan less contact economy.

Ari juga melihat keinginan yang menggebu dari pelaku usaha untuk ikut pameran di luar negeri guna mempromosikan produknya. "Masih banyak yang UMKM yang selalu minta diajak pameran, padahal produk mereka belum siap. Promosi sebenarnya adalah tahapan akhir setelah produk tersebut siap dan memang dibutuhkan pasar. Apalagi untuk UMKM, dengan dana terbatas jangan sampai promosi menjadi sia-sia karena ternyata barangnya tidak sesuai kebutuhan pasar disana," tukasnya.

Tahapan 

Kementerian Perdagangan sendiri memiliki beberapa tahapan yang bisa diikuti oleh pelaku UMKM yang memang berkeingan serius berkembang di pasar ekspor. Dimulai dari riset pasar mengenai jenis apa yang memang dibutuhkan oleh negara luar atau negara tujuan ekspor.

"Contohnya ekspor ke Korea, harus mengetahui karakteristik dari pasar di Korea. Yang saya tahu, Masyarakat Korea itu sangat menghargai produk alami dan berbau kesehatan. Bagi mereka jika kebanyakan korea tidak akan laku disana," tambahnya.

Untuk dapat menembus ekspor, Kementerian Perdagangan biasanya akan melihat market brief dan market intelligence dari produk yang dihasilkan. Apabila produk tersebut tidak sesuai dengan keinginan pasar maka harus diversifikasikan dan adaptasikan hingga sesuai dengan pasar tujuan ekspor. "Baik dari segi kualitas, sisi packaging,bahkan warna maupun font yang eye catching untuk konsumen ekspor," tambahnya.

Cara selanjutnya adalah bagaimana melakukan ekspor?Karena itu, prosedur ekspor harus diketahui oleh pelaku UMKM. Misalnya untuk makanan minuman, kosmetik dan kesehatan (herbal dan obat-obatan), tentunya persyaratan ekspor akan jauh lebih rumit dibandingkan berupa kerajinan tangan (handicraft). "Karena berkaitan dengan asupan pada manusia, harus memenuhi aturan di negara tujuan. Misalnya ambang batas kimiawi, aturan BPOM negara tujuan dan lain sebagainya," jelas Ari.

Setelahnya, lakukan promosi baik melalui media digital (promosi di media sosial dan e-commerce) maupun pameran-pameran. "Berpromosi melalui e-commerce adalah keniscayaan sebab memberikan kemudahan, kecepatan waktu dan jaminan pelayanan serta memberikan dampak positif bagi berbagai lini bisnis terkait, meminimalkan biaya dan memperluas wilayah pemasaran, dan menarik minat investor," urai Ari.

Khusus untuk UMKM yang menggunakan bahan-bahan herbal dan kesehatan, dalam berpromosi di media sosial bisa menggunakan narasi mengenai manfaat kesehatan dari bahan-bahan herbal yang terkandung di dalamnya sehingga membuka wawasan dari pembeli. 

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018