Sunday, 29 November 2020


Berprotein Tinggi, Pangan dari Insek Jadi Tren di AS

19 Nov 2020, 12:09 WIBEditor : Ahmad Soim

Pangan olahan yang mengandung serangga jadi tren di AS | Sumber Foto:Dok Hari Eko

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor – Dengan kandungan protein yang tinggi dibanding ikan, daging, ayam dan telur, pangan dari insek (serangga) menjadi tren bagi sebagian masyarakat Amerika Serikat (AS).

Atase Pertanian KBRI di Washington AS Hari Edi Soekirno mengatakan panga nasal insek yang dijual umumnya sudah dalam bentuk pangan olahan. “Inseknya dibuat tepung. Lalu tepung insek tersebut dicampur untuk berbagai macam pangan olahan,” tutur Hari Eko pada Webinar yang diselenggarakan Pusat Pelatihan Manajemen Kepemimpinan Pertanian Kementan di Bogor (18/11).

Kandungan protein pangan asal insek sangat tinggi. Semut kandungan proteiinnya antara 13-77 gram/100 gr, jangkrik kandungan proteinnya antara 23-65 gr/100 gr. Sementara kandungan protein ikan, daging, ayam dan telur di bawah 30 gr/100 gr.

 

Di antara jenis pangan olahan yang sudah mengadung tepung insek adalah semacam enting enting yang adanya wijennya dengan tepung semut. “Ada juga menu lazim di Amerika Utara pizza yang ada tepung semutnya,” tambahnya.

"Memang sejak dulu insek jadi bahan pangan. Tinggal, gaimana memastikan keamanan (pangan) aja. Contoh: belalang dan ulat  di Indonesia," kata Prof Pantjar Simatupang, pengamat pertanian.

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018