Friday, 07 May 2021


Tiga Solusi Mengawal Pasokan Daging

28 Apr 2021, 21:04 WIBEditor : Gesha

Daging sapi akan dipasok melalui kucuran impor | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Permasalahan harga dan stok daging tak bisa selesai dengan solusi impor daging beku, sapi bakalan maupun sapi indukan. Perlu ada solusi jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang agar bisa mengawal pasokan daging di Indonesia. 

Pengamat Peternakan, Rochadi Tawaf dalam Focus Group Discussion (FGD) Mengawal Pasokan Daging Jelang Lebaran yang diadakan TABLOID SINAR TANI, Rabu (28/4) mengatakan perlu keberpihakan pemerintah terhadap peternak rakyat dengan meninjau ulang kebijakan importasi daging kerbau dan pengawalan pasokan daging di Indonesia.

Sebab jika importasi daging kerbau tersebut dilanjutkan, Indonesia akan masuk pada kondisi keterperangkapan pangan (food trap) akan daging kerbau (tergantung pada impor).

Diungkapkannya, Undang-undang (UU) No. 11/2020 tentang Cipta Kerja sebagai omnibus law diundangkan. Di sub sektor peternakan, UU ini akan menjadi pelindung bagi peternak di dalam negeri dalam upaya menghentikan importasi daging kerbau.

Pada Pasal 29 Ayat 5 UU tersebut dinyatakan bahwa pemerintah pusat dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya wajib untuk melindungi usaha peternakan dalam negeri dari persaingan tidak sehat di antara pelaku usaha.

Adapun pada Pasal 36 b dinyatakan bahwa pemasukan ternak dan produk hewan dari luar negeri ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dengan memperhatikan kepentingan peternak.

Karena itu, Rochadi memberikan tiga jenis solusi untuk mengawal pasokan daging. Mulai dari jangka pendek melalui pendekatan konsep “satu harga komoditi” dan pembelian by produk ( Kaki, kuit, kepala,jeroan).

Untuk jangka menengah penting dilakukan harmonisasi kebijakan di dalam negeri . Kebijakan harga daging yang murah dinilainya kontra produktif dengan upaya pemerintah mendorong peternak tetap bersemangat melaksanakan usaha budidaya sapi potong.

Solusi jangka panjang yang menurut Rochadi Tawaf, perlu diupayakan direalisasikan adalah pengembangan program peternakan sapi potong yang diintegrasikan dengan perkebunan kelapa sawit, pemanfaatan lahan pasca tambang serta pemanfaatan lahan di pulau terluar untuk pengembangan usaha budidaya sapi potong.

 

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018