Thursday, 22 October 2026


Permintaan Ekspor Tinggi, Industri Sorgum Belum Mampu Penuhi

14 Feb 2022, 16:39 WIBEditor : Yulianto

Produk olahan sorgum

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Permintaan komoditas sorgum bukan hanya dari dalam negeri, bahkan pasar luar negeri juga banyak berminat produk olahan sorgum dari Indonesia. Sayangnya, permintaan tersebut belum bisa dipenuhi. Ini menjadi peluang bisnis menggiurkan bagi pelaku usaha. 

CEO/Founder Tambiyaku’s, M. Bayu Hermawan mengakui, potensi usaha dari sorgum cukup besar. Saat ini pihaknya melakukan integrated farming dengan memanfaatkan di Kalimantan Selatan, dari sebelumnya 2 ha kini menjadi 8 ha. “Kami melakukan semua proses, dari mulai pembenih, penanaman hingga masuk proses. Salah satu output-nya alkohol medis dan produk lain,” ujarnya.

Dalam integrated farming tersebut, ungkap Bayu limbah dari tanaman sorgum dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk pakan tenak untuk memenuhi kebutuhan, baik untuk peternak maupun perusahaan di Kalimantan Selatan. Sedangkan kotoran dari ternak diolah menjadi pupuk kompos untuk budidaya sorgum. “Dalam budidaya sorgum kami tidak menggunakan pupuk dan pestisida kimia, tapi asap cair dari arang,” katanya.

Sebagai produk makanan sehat, Bayu mengakui, saat ini perlu menumbuhkan kepercayaan kepada masyarakat mengenai sorgum. Diiperkirakan hampir 90 persen masyarakat Indonesia belum memahami komoditas sorgum. “Karena itu kami berkolaborasi dengan ahli gizi untuk bisa masuk ke pasar,” katanya.  

Mengenai peluang pasar, Bayu mengatakan, potensinya besar. Sebab, kini masih banyak produk berbahan baku impor, seperti tepung terigu. Sementara pasar di luar negeri juga dinilai sangat besar, terutama China. “Kami mendapat permintaan dari China 20 ton, sedangkan Malaysia juga sangat berminat dan meminta produk kami,” katanya.

Namun karena produksi masih terbatas, lanjut Bayu, pihaknya belum bisa memenuhi permintaan tersebut. Karena itu, Tambiyaku’s saat ini lebih fokus memenuhi permintaan pasar dalam negeri dengan membuat berbagai produk pangan olahan. Diperkirakan total nilai market dalam negeri untuk makanan sehat mencapai 2,1 miliar dollar AS, pakan ternak 14,4 miliar dollar AS dan pupuk sekitar 2,6 miliar dollar AS.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018