Tuesday, 28 June 2022


Ke Karawang Jangan Lupa Beli Sirup Kawista

28 Apr 2022, 10:05 WIBEditor : Yulianto

Sirup Kawista yang diproduksi Wawan | Sumber Foto:dok. wawan

TABLOIDSINARTANI.COM, Karawang---Ketika berkunjung ke Kabupaten Karawang kadang kita bingung oleh-oleh apa yang bisa dibawa dari kota perjuangan tersebut. Karawang sendiri terkenal sebagai sentra produksi beras.

Hasil penelusuran Tabloid Sinar Tani di kota tersebut menemukan minuman yang khas yang bisa dibawa pulang sebagai buah tangan yakni sirup buah kawista. Sirup kawista ini kerap disebut Java Cola Indonesia. Sebutan itu muncul karena rasanya mirip cola atau sarsaparilla. Minuman ini selalu di buru disaat Ramadhan dan menjelang Lebaran.

Buah kawista bentuknya imut menyerupai melon, tapi memiliki ukuran yang jauh lebih kecil. Kulit buahnya keras. Buah kawista merupakan kategori jeruk-jerukan. Ukuran buahnya sedikit lebih besar dari jeruk kebanyakan. Bentuknya berkerut dengan warna kulit coklat keabu-abuan dan isinya berbulir warna hitam kecoklatan, tetapi tidak bersekat seperti jeruk.

Adalah Wawan Kustiawan Syarif atau kerap dipanggil Wawan Kawista yang memproduksi sirup kawista. Buah ini kata Wawan, memiliki aroma khas. “Kawista biasanya diolah menjadi dodol, sirup, limun, dan selai. Tapi produk unggulan adalah sirup buah kawista,” ujarnya.

Rasa sirup buah kawista berbeda dari sirup buah lain. Sirup buah kawista memiliki gabungan rasa manis, sepat, pahit, dan segar. Sirup buah kawista dibuat dari ekstrak. Proses mengekstrak merupakan rahasia Wawan karena ini yang membedakan olahan kawista dengan produk lain.

Wawan mengakui, permintaan produk olahan kawista laris saat Ramadhan dan menjelang Lebaran. Bahkan kenaikan permintaan mencapai 85 persen. Dalam sehari dirinya bisa mengantongi Rp 1.5-2 juta. “Alhamdulillaah untuk Ramadhan ini lumayan banyak permintaan, bukan hanya sirupnya tapi juga dodol dan sari buahnya,” katanya.

Wawan menjual frozen daging buah kawista Rp 75.000; sari buah Rp. 10.000; dodol Rp. 20.000; sirup Rp. 20.000, sedangkan buahnya 1 kg dihargai Rp. 30.000.

Kenapa frozen mahal, soalnya daging buahnya yang dijual. Alhamdulillaah permintaan ada dari Subang, Purwakarta dan Bekasi banyak yang minta. Bulan puasa ini meningkat permintaannya,” katanya. Wawan berharap produk berbahan baku kawista lebih dikenal masyarakat di Indonesia. Apalagi manfaat buahnya banyak

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018