Thursday, 22 October 2026


Mahasiswa Teknik Industri USK Kaji Produk Turunan Nilam

15 Jul 2022, 09:33 WIBEditor : Gesha

Firda (tengah) tengah diwawancarai oleh tabloidsinartani.com

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh Besar -- Untuk meraih gelar sarjana di Fakultas Teknik jurusan Teknik Industri Universitas Syiah Kuala, Firda melakukan penelitian Perancangan supply chain dan perhitungan value chain untuk pengembangan produk turunan minyak Nilam di Desa Geunteut, Aceh Besar.

Firda yang sedang menyusun skripsi di bawah bimbingan Ibu Raihan Dara Lufika menyebutkan, tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui aliran supply chain produk turunan minyak Nilam. Diharapkan rantai nilai dan nilai tambah yang terdapat pada produk turunan minyak Nilam bermanfaat dalam membuat strategi perkembangan produk.

Ia mengucapkan terimakasih karena telah difasilitasi oleh Atsiri Research Center (ARC) sebagai pusat unggulan IPTEK di Aceh. "Penelitian di ARC telah memberikan banyak menambah wawasan dan pengetahuan serta manfaat minyak nilam, produk turunan dari minyak nilam serta proses produksi minyak nilam menjadi produk," ujarnya.

Firda mengajak kepada mahasiswa dan mileneal untuk memanfaatkan potensi tanaman nilam. Apalagi hampir seluruh wilayah Aceh bisa ditanami nilam, bahkan nilam Aceh sudah terkenal hingga luar negeri. "Oleh karena itu sebaiknya tanaman nilam dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menjadi sumber devisit utama bagi Aceh," sebutnya.

Sementara Raihan Dara Lufika, ST., MSc selaku pembimbing menambahkan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa sebaiknya tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat. Koordinasi antara mahasiswa dan dosen adalah kunci agar penelitian yang dilakukan lebih bermanfaat.

Menurutnya, praktek pelibatan mahasiswa dalam project penelitian dosen adalah pilihan yang tepat. Mahasiswa dan dosen akan berada pada win-win situation. Dosen menyelesaikan penelitiannya, mahasiswa juga mendapat ilmu yang nyata dan membantu penyusunan skripsi. Bahkan, masyarakat pun ikut terbantu. Misalnya pemetaan supply chain yang dilakukan Firdha, masyarakat bisa memperoleh informasi tentang alur produksi Nilam dan kemudian mereka dapat menyiapkan berbagai alternatif skenario jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. "Misalnya petani yang biasa menjual minyak Nilam sendiri memiliki kendala karena ketelnya rusak, dengan adanya informasi supply chain ini, dia dapat melihat alternatif penjualan daun kering." ujar Raihan sapaan karibnya.

Atsiri Research Centre (ARC) sebagai sentra penelitian berbasis atsiri memiliki peran yang sangat besar terhadap penelitian ini. ARC adalah sebagai ruang diskusi, berbagi informasi, dan validasi hasil. ARC selama ini juga sering menerima mahasiswa magang dari berbagai jurusan. Perbedaan jurusan ini tidak menjadi kendala karena ARC sendiri didirikan dan beranggotakan para dosen dari beragam disiplin ilmu yang saling mendukung satu sama lain. "Semoga semakin banyak mahasiswa yang tertarik mengikuti program magang di ARC sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa terbantu," harapnya.

 

Reporter : Abda
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018