
Pasokan bahan pangan di Kabupaten Lebak relatif aman
TABLOIDSINARTANI.COM, Lebak---Menjelang Tahun Baru 2023, kondisi harga pangan pokok di Kabupaten Lebak, Banten terpantau aman. Jika ada kenaikan, maka masih dalam tahap kewajaran.
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Lebak bersama tim dari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian di Pasar Rangkasbitung Lebak pada Rabu, (28/12) melaksanakan monitoring dan pengawalan 12 bahan pangan pokok.
Menurut Sekretaris Daerah, Kabupaten Lebak, Budi Santoso, secara umum pasokan pangan terpantau aman dan stabil. Adapun jika ada kenaikan bahan pokok, maka tidak signifikan yaitu dibawah 1?n maksimal 3%.
Monitoring pasokan pangan juga diikuti Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat, sejumlah kepala OPD Kabupaten Lebak yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Lebak diantaranya Asda 2, Kepala Bapelitbangda, Kepala Disperindag, Kepala Disnakeswan, Kepala Dishub, Kepala Diskominfo, dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan.
Sementara Pimpinan Cabang Sub Divre Lebak Perum Bulog, Umar Said, mengungkapkan, saat ini ketersediaan beras Bulog mencapai 950 ton. Dengan jumlah itu diprediksikan mampu memenuhi kebutuhan sampai tiga bulan kedepan.
Sebelumnya Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) meminta seluruh jajarannya di Kementerian Pertanian jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2023, untuk terjun ke lapangan memantau dan mengawal ketersediaan 12 komoditas pangan strategis.
SYL meminta kepada seluruh pejabat Kementan untuk turun langsung ke pasar dan bicara di pasar untuk memantau harga pangan agar masyarakat akan tenang karena pemerintah hadir dan itu hasil kerja keras kita semua.
"Tugas Kementan menjaga ketersediaan pangan, Presiden juga minta kepada semua Menteri dan semua pihak yang terkait dengan pertanian untuk mempersiapkan ketersediaan pangan kita di Natal dan Tahun Baru," tegas SYL.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi langsung mengerahkan jajaran termasuk penyuluh pertanian memantau harga dan stok pangan di pasar.
“Bahan pangan sangat dibutuhkan menjelang Nataru, karena itu kita meminta agar seluruh jajarannya baik di pusat dan daerah bekerja efektif dan maksimal untuk memastikan bahan pangan khususnya 12 komoditas pangan strategis tersedia di masyarakat,” ucap Dedi.