Thursday, 13 August 2020


Tujuh Strategi Kementan-Bulog Serap Gabah Musim Panen Periode Januari Maret

22 Jan 2019, 15:03 WIBEditor : Ahmad Soim

Serap gabah di Jatim | Sumber Foto:Edi S

"Bulog sudah siap, kami sudah instruksikan ke semua sub divre di Jatim untuk membeli gabah dari petani sehingga target Sergap tercapai," Jelas Kepala Divre Bulog Jawa Timur, Muhammad Hasyim



TABLOIDSINARTANI.COM - Bulan Januari - Maret 2019, produksi padi akan meningkat, konsumsi stabil dan surplus beras diperkirakan cukup tinggi.

Demikian disampaikan  Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Hendriadi dalam Rapat Koordinasi Serapan Gabah (Sergap) Petani di Kantor Divisi Regional Perum BULOG Jawa Timur-Surabaya, Selasa (22/01).

Rakor yang diselenggarakan oleh BKP Kementan-Bulog ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi serapan gabah BULOG dari petani yang sedang mengalami panen raya.

Menurut Agung, kegiatan sergap sangat penting dalam melindungi petani dari harga jatuh dan meningkatkan cadangan pangan pemerintah. Untuk itu Kementan bersama stakeholder terkait akan mengoptimalkan serapan gabah ke petani.

"Produksi gabah kering giling (GKG) bulan Januari diperkirakan mencapai 4,31 juta ton, bulan Februari 7,87 juta ton, dan Maret 12,74 juta ton. Kita tahu di bulan-bulan seperti ini harga gabah akan jatuh, oleh sebab itu pemerintah memastikan hadir di tengah-tengah petani untuk membeli hasil produksi mereka dengan harga yang pantas," jelas Agung

Jawa Timur yang merupakan andalan sentra produksi padi menjadi sasaran Kementan dalam  pencapaian serapan gabah. Di Provinsi ini potensi produksi setara beras bulan Januari hingga Maret mencapai 2,3 juta ton, jika dikurangi kebutuhan konsumsi, masih surplus 1,6 juta ton.

"Dari 1,6 juta ton itu kita targetkan 279 ribu ton dapat diserap oleh Bulog," imbuh Agung

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Hadi Sulistiyo  menyampaikan harga di tingkat produsen saat ini menunjukkan tren menurun karena memasuki panen Sub Round-1 .

"Harga GKP kemarin Rp. 5.033/kg, namun di sentra-sentra produksi harga turun. Momentum ini harus kita ambil agar Sergap tercapai," tegas Hadi.

Dalam kesempatan tersebut, Bulog yang merupakan perpanjangan  tangan pemerintah menyatakan kesanggupannya untuk membeli gabah dari petani dengan harga yang disepakati.

"Bulog sudah siap, kami sudah instruksikan ke semua sub divre di Jatim untuk membeli gabah dari petani sehingga target Sergap tercapai," Jelas  Kepala Divre Bulog Jawa Timur, Muhammad Hasyim

Mendengar penyataan Kepala Dinas dan Bulog tersebut, Agung menyatakan optimismenya Sergap ini akan berjalan mulus, apalagi di dukung oleh Dandim dan Danrem se-Jawa Timur.

"Disini ada perwakilan petani/Perpadi, dinas pertanian dan ketahanan pangan, Bulog, dan tak kalah penting yang memastikan jaminan keamanan, Pak Dandim, Danrem juga hadir dan siap satu komando melaksanakan tugas mulia ini," Tegas Agung yang didampingi Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Risfaheri.

Agung mengungkapkan 7 strategi yang dilakukan Kementan-Bulog dalam percepatan Serapan Gabah di tahun 2019.

BACA JUGA:

> Festival Buah Langka Diserbu Pengunjung

> Buah Surga Antarkan Warta Menginjak Tanah Suci

> Bermitra dengan Perusahaan, Petani Teh Terima KUR Rp 100 Juta

 

Pertama, meningkatkan integritas pelaksana, Kedua, peningkatan customer service melalui sistem jemput bola, pemetaan informasi panen, dan gudang Bulog akan buka meski hari libur. Ketiga mempermudah kerjasama Po dengan petani. Keempat, peningkatan kesiapan anggaran pembelian gabah/beras. Kelima, pembentukan Satker Divre/Sub-Divre. Keenam, penambahan gudang operasional dilebih seribu unit,dan Ketujuh, penyiapan lebih dari 60 unit pengolahan gabah/beras.

Agung yakin strategi tersebut akan efektif, sehingga target Sergap dan upaya perlindungan kepada petani terwujud.

"Saya lihat yang hadir disini semangat semua, sehingga saya sangat yakin kita pasti bisa," pungkas Agung.

 

Reporter : Edi S
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018