Friday, 07 August 2020


Susu UHT Indonesia Go Internasional ke Republik Fiji

20 Feb 2019, 14:31 WIBEditor : Gesha

Pusat Karantina Hewan dan Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya memeriksa kelayakan ekspor produk UHT | Sumber Foto:BBKP Surabaya

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Surabaya --- Selama ini, Indonesia dikenal sebagai negara pengimpor susu dari Australia, New Zaeland dan sebagainya. Tapi siapa sangka, Indonesia ternyata menjadi pengekspor susu UHT kemasan tetrapack ke Republik Fiji.

Susu kemasan dari Fonterra Brands Indonesia (PT FBI) tersebut terdiri dari varian susu cokelat dan vanila, diproses melalui proses Ultra High Temperature (UHT).

Ada sekitar 4.300 karton susu UHT PT FBI sudah diperiksa oleh Pusat Karantina Hewan dan Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya oleh drh Suci Rahmawati dan Kristiana Tri Lestari di gudang pemilik yang sudah ditetapkan sebagai tempat pemeriksaan karantina sebagai syarat persyaratan penerbitan sertifikat sanitasi produk hewan.

“Berdasar hasil pemeriksaan fisik, susu tersebut layak dikonsumi sehingga sertifikat sanitasi produk hewan dapat diterbitkan,” ungkap Suci.

Suci menjelaskan mengekspor produk susu bukanlah hal yang mudah sebab harus menghadapi persaingan global dengan negara produsen susu seperti Eropa, Amerika, New Zealand, dan Australia yang dikenal menghasilkan susu kualitas tinggi.

"Susu ini juga harus sesuai dengan peraturan Perdagangan Internasional (WTO) dan  standar SPS (Sanitary PhythoSanitary) negara pengimpor, juga wajib  memenuhi persyaratan jaminan keamanan pangan internasional (Codex Alimentarius)," imbuh Suci.   

Reporter : Herny Kartika Dewi/Tiara
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018