Saturday, 18 January 2020


Umbi Porang, Laku di Vietnam Rp 708,45 Juta !

09 Apr 2019, 14:07 WIBEditor : Gesha

Umbi porang dari Indonesia laku Rp 708,45 juta | Sumber Foto:PIANTO

Data otomasi IQFAST Badan Karantina Pertanian menyebutkan, ekspor porang tercatat tahun 2018 sebanyak 254 ton, dengan nilai ekspornya mencapai Rp 11,31 miliar.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Pangkep --- Ternyata Indonesia memiliki banyak umbi-umbian lokal yang diminati pasar luar negeri. Salah satunya adalah Umbi Porang yang laku diekspor senilai Rp 708,45 juta ke Vietnam.

"Umbi yang banyak ditemukan di hutan ini beracun. Tapi, setelah diolah bisa dijadikan aneka bahan pangan, " kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat melepas ekspor Porang dan Kernel Palm di GOR Andi Mappe, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (9/4).

Umbi hutan dengan nama latin Amorphopallus oncophillus ini oleh sebagian masyarakat bisa dimanfaatkan sebagai sumber pangan lokal. Bagi masyarakat Sulawesi Selatan menyebut umbi hutan ini dengan "Siapa".

Umbi porang ini masih berasal dari hutan, bukan hasil budidaya. "Sejak kecil kami dibesarkan dengan makanan ini, rasanya pahit dan beracun kalau pengolahannya tidak tepat, " kata Amran. 

Kendati beracun, umbi hutan ini banyak diminati masyarakat Jepang, Cina dan Vietnam. "Insyaalah sekembali dari sini kami akan menyiapkan bantuan bibit, ini harus didorong karena ini aku tau hanya bisa diambil di hutan, " papar Amran. 

Menteri Amran berkomitmen untuk mengembangkan dengan memberikan bantuan bibit unggul. "Ini potensi yang belum tergarap, peluang baik bagi siapa saja yang mau berusaha, " ujar Menteri Amran. 

Data otomasi IQFAST Badan Karantina Pertanian menyebutkan, ekspor porang tercatat tahun 2018 sebanyak 254 ton, dengan nilai ekspornya mencapai Rp 11,31 miliar.

Lantaran umbi hutan ini punya potensi untuk ekspor, Mentan memberikan phytosanitary certificate kepada para eksportir sebagai jaminan kesehatan komoditas pertanian dari pemerintah Indonesia.

Sebagai komoditas wajib periksa karantina, umbi porang atau sebagian orang menyebutnya dengan iles- iles ini diperiksa dan dijamin kesehatannya sesuai persyaratan negara tujuan ekspor oleh Badan Karantina Pertanian (Barantan).

Umbi hasil petani di Kabupaten Maros ini diperiksa oleh petugas karantina untuk memastikan bahwa komoditas tersebut telah bebas dari hama dan penyakit target sesuai dengan persyaratan SPS (sanitary dan phytosanitary) negara tujuan. Hal tersebut agar tidak terjadi penolakan saat tiba di negara tujuan.

Seperti diketahui, Porang memiliki banyak manfaat diantaranya digunakan dalam industri texstile, perfilmman, pertambangan, bahan perekat. Bahkan, di Jepang umbi beracun ini sebagai bahan baku pembuatan makanan Jepang seperti untuk pembuatan Konyaku dan Shirataki.

Manfaat lainnya diantaranya untuk kesehatan, kosmetika dan industri pesawat terbang yaitu sebagai bahan pembuat parasut terjun payung dan alat alat pesawat terbang.

 

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018