Kamis, 27 Juni 2019


Kepala BKP : Keberadaan TTI Center Bisa Pengaruhi Stabilisasi Harga Pangan di Pasar

24 Mei 2019, 13:47 WIBEditor : Gesha

Keberadaan TTI Center bukanlah menjadi stabilisator tetapi memberikan pengaruh nyata dalam stabilisasi harga pangan di pasar komersial | Sumber Foto:NATTASYA

Konsep utama Toko Tani Indonesia adalah menjamin harga pembelian dengan mempertimbangkan keuntungan petani yang wajar dan harga eceran terjangkau di masyarakat. TTI merupakan bagian dari upaya membenahi struktur dan rantai pasok pangan di Indonesia.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Sejak tahun 2017, Kementerian Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan (BKP) telah meresmikan Toko Tani Indonesia Center di berbagai Ibukota Provinsi di Indonesia. Keberadaannya sendiri telah bisa mempengaruhi stabilisasi harga pangan di pasar yang selama ini selalu fluktuatif.

"Tapi bukan menjadi stabilitator, hanya mempengaruhi stabilitasi harga karena tidak semua volume di pasar pindah kesini (TTI Center). Harga disini bisa mempengaruhi harga di pasar. Orang akan membandingkan harganya. Misal bawang putih di toko tani hanya RP 25 ribu, kok di pasar bisa Rp 35 ribu. Maka orang akan lebih baik kesini dan pasar akan terpengaruh," tutur Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi ketika meresmikan TTIC Bogor, Jumat (25/5).

Lebih lanjut Agung menuturkan TTI Center merupakan sebuah hub dan induk dari Toko Tani Indonesia (TTI) yang berada di wilayah tersebut. TTI secara langsung mendapatkan pasokan dari TTI Center. Harga pun sudah ditentukan oleh Kementerian Pertanian, sehingga dapat dipastikan harga lebih murah daripada di pasar.

"Sehingga adanya TTI Center ini, distribusi lancar dan harga terkendali karena sudah ditetapkan oleh Kementerian Pertanian. Tidak boleh melebihi," tukasnya.

Guna melancarkan fungsinya, TTI Center dapat bermitra dengan koperasi, suplyer/distributor, serta beberapa pelaku industri lainnya. TTI Center memiliki jejaring distribusi TTI yang sebagian besar berada di pemukiman untuk menjangkau konsumen lebih luas sehingga distribusi pangan lebih efektif dan efisien.

Menurut catatan Badan Ketahanan Pangan (BKP), hingga akhir Mei ini sudah adai 4.381 TTI di seluruh Indonesia. Khusus di kota Bogor sudah ada 82 TTI dan kabupaten Bogor 51 TTI. “Keberadaan TTI akan memperpendek distribusi penjualan hasil pertanian, karena produknya didatangkan langsung dari petani atau pemasok pertama, diterima di TTI dan langsung dijual ke konsumen akhir. Dengan demikian harganya lebih murah dibandingkan di pasar,” tambah Agung.

Untuk diketahui, Konsep utama Toko Tani Indonesia adalah menjamin harga pembelian dengan mempertimbangkan keuntungan petani yang wajar dan harga eceran terjangkau di masyarakat. TTI merupakan bagian dari upaya membenahi struktur dan rantai pasok pangan di Indonesia.

Melalui pendekatan tersebut, rantai pasok dipangkas hanya menjadi tiga tahap sehingga diharapkan akan mampu membentuk struktur pasar yang baru. Toko Tani Indonesia (TTI) melakukan perubahan struktur pasar baru, dengan tetap menjaga keseimbangan antara produsen, pedagang, dan konsumen.

Sistem E-commerce

Menariknya, dalam pelayanannya TTI Center tidak hanya melayani penjualan langsung kepada konsumen maupun pasokan pada TTI saja. TTI Center juga melakukan pelayanan dengan menggunakan sistem e-commerce. "Penjualan langsung paling hanya 20 persen dari total penjualan. Kita buka pelayanan e-commerce kerjasama dengan BPD Agro yang melayani penjualan e-commerce," beber Agung.

Sistem E-commerce ini melibatkan Gapoktan, TTI dan Toko Tani Indonesia Center (TTIC) sebagai penghubung, yang akan mempertemukan antara pemasok dan TTI dalam suatu sistem data informasi berbasis online. "Kami tidak punya gudang, jadi gudangnya ada di awang-awang, jadi E-Commerce ini dari produsen atau gapoktan langsung ke TTI, ya TTI ke konsumen tetap lewat kios,” bebernya.

Untuk diketahui, PT Bumi Pangan Digdaya (BPD Agro) dipercaya Kementan untuk melakukan kemitraan dalam penyedia logistik dan pendistribusian pangan pokok ke TTI di Jabodetabek.

 

 

Reporter : Nattasya
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018