
Siapa sangka schotel ini terbuat dari mie berbahan dasar ubi kayu
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Mie yang sekarang beredar dipasaran rata-rata berbahan baku terigu. Tetapi tahukah anda bahwa tak harus selalu menggunakan tepung terigu, mie juga dapat dibuat dari beragam macam bahan pangan lokal Indonesia. Bahan pangan lokal seperti singkong, sagu, jagung, hanjeli dan sorgum bisa dijadikan mie dengan sedikit sentuhan teknologi.
Bahan mie non terigu inilah yang dicoba dikenalkan Balitbangtan pada pameran Agrofood Expo 2019 di Jakarta Convention Center (JCC).
Ribuan pengunjung pameran tampak memenuhi stan Kementerian Pertanian, Kamis pagi (27/6) untuk mencicipi rasa mie berbahan baku tepung ubi kayu yang disajikan. Ada dua varian olahan dari mi ubikayu yang disediakan yaitu schotel dan mi sapi lada hitam.
Salah seorang pengunjung yang mencoba schotel, Gayatri menuturkan jikadiolah secara kekinian seperti ini, mie dari bahan baku lokal akan lebih bisa diterima oleh masyarakat khususnya milenial "Rasanya enak dan teksturnya lebih lembut belum lagi dari segi kesehatan yang lebih baik daripada terigu," ujar Gayatri.
Berdasarkan informasi dari Heny Herawati, salah satu peneliti Balai Penelitian Pascapanen Pertanian mengatakan, secara umum aneka mie nusantara memiliki keunggulan dibandingkan dengan mie berbahan dasar tepung yang selama ini ada di pasaran, terutama pada nilai gizi yang terkandung dalam mi.
“Mie ubikayu misalnya. Mie berbahan dasar dari ubi kayu ini sangat mudah untuk dimasak serta bebas gluten. Mie ubikayu tentu sangat cocok untuk mereka yang sedang dalam program diet bebas gluten, kandungan seratnya juga lebih tinggi sehingga mie ini lebih sehat,” kata Heny.
Pemanfaatan bahan pangan lokal ini dimaksudkan untuk menunjang ketahanan pangan nasional dan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat akan tepung terigu.
Seperti kita ketahui dari tahun ke tahun terjadi kenaikan konsumsi olahan terigu yang dimana bahan bakunya harus kita impor. Dengan mengembangkan olahan pangan non terigu diharapkan impor terigu dapat dikurangi.