Wednesday, 21 October 2026


Dirut Bulog: Kami Utamakan Produksi Dalam Negeri

21 Feb 2023, 04:24 WIBEditor : Yulianto

Petani sedang di sawah

Peran Perum Bulog menyerap gabah petani saat panen raya padi memang sangat diharapkan. Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional telah menugaskan perusahaan plat merah tersebut memiliki stok minimal 2,4 juta ton beras untuk mengamankan stok beras nasional.

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso mengatakan, stok beras 2,4 juta ton jika dibandingkan dengan kemampuan gudang Bulog sebesar 3,6 juta ton belum apa-apa. Bahkan jika dipaksakan gudang Bulog bisa menampung sebanyak 4 juta ton beras.

“Jadi kalau hanya 2,4 juta ton beras itu masih relatif sedikit. Tetapi itulah yang ditugaskan oleh negara,” katanya saat jumpa pers di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Bagaimana Bulog memenuhi 2,4 juta ton untuk tahun 2023? Budi Waseso mengatakan, pihaknya tetap mengutamakan produksi dalam negeri. Prediksi, baik BPS dan Kementerian Pertanian mulai pertengahan Februari sudah mulai ada panen di beberapa wilayah. Sedangkan panen raya diperkirakan mulai Maret.

“Saat panen Maret itu, pastinya Bulog belum bisa mengambil secara masif atau secara besar, karena pasti didahulukan untuk kepentingan penggilingan di seluruh wilayah. Pasti awal panen nanti akan banyak diserap pasar,” katanya.

Budi Waseso memperkirakan, Bulog baru bisa membeli gabah secara masif pada April, Mei dan Juni. “Itulah puncak-puncaknya panen raya yang nantinya kita akan mengambil dari target pengadaan sebanyak 2,4 juta ton. Paling tidak 70 persen kita harus bisa serap dari panen raya itu. Sedangkan saat panen gadu nantinya, kita akan serap 30 persrndari sisa yang ditargetkan atau ditugaskan pemerintah,” tutur mantan Kepala BNN

Reporter : Tim Sinta
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018