
Mentan Andi Amran Sulaiman bersama Dirut Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani saat pelepasan pengiriman beras SPHP ke wilayah Papua Raya
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Kementerian Pertanian akan mendorong Papua untuk bisa mandiri pangan sebagai solusi permanen defisit beras. Saat ini kebutuhan beras di Papua mencapai 660 ribu ton, sedangkan produksi beras hanya 120 ribu ton.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman bercerita usai kunjungan ke Papua, Selasa-Rabu (9-10/12) bahwa dirinya sudah berbicara dengan Pemda seluruh Papua. Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunung, Papua Barat dan Papua Barat Daya.
“Kami ketemu semua, kami ke sana, ketemu diskusi solusi permanen,” katanya usai pelepasan 153 truk bantuan untuk bencana alam di Sumatera, Kamis (11/12).
Amran mengatakan, kebutuhan beras di Papua sebanyak 660.000 ton, sedangkan produksi baru 120.000 ton. Dengan demikian diperlukan tambahan sebanyak 500.000 ton. Hitungannya 500.000 ton membutuhkan 100.000 hektar.
“Insyaallah Tahun 2026 dan 2027 kita beresin. Artinya apa? Solusi permanen untuk Papua adalah memproduksi beras, bukan saja beras, ada umbi-umbian yang juga diminta saudara-saudara kita di sana,” katanya.
Untuk beras Amran optimistis dalam waktu 2 tahun dapat diselesaikan dan Papua bisa mandiri pangan pada tahun 2017. Saat ini hampir seluruh pulau di Indonesia mandiri pangan.
“Sumatera sudah mandiri pangan. Karena itu saat ada bencana, kita tidak kesulitan. Kalimantan mandiri pangan. Sulawesi mandiri pangan, khususnya beras. Kemudian Papua, kita harapkan mandiri pangan dua tahun ke depan. Itu solusi permanen kita,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Amran yakin tahun ini Indonesia akan swasembada pangan. Hingga tanggal 11 Desember, stok beras di gudang Bulog ada sebanyak 3,7 juta ton yang berasal dari produksi dalam negeri. Angka tersebut tertinggi dalam sejarah Republik Indonesia. itu produksi dalam negeri.
“Yang tertinggi selama ini maksimal di akhir tahun 2 juta ton. Prediksi kami di tinggal 20 hari, di gudang Bulog kemungkinan masih sebanyak 3,65 - 3,67 juta ton. Dan itu tertinggi. Jadi masalah beras untuk Republik Indonesia insyaallah aman,” tegasnya.