Wednesday, 21 October 2026


Jelang Nataru, Harga Telur Tembus Rp 32 ribu/kg

24 Dec 2025, 13:14 WIBEditor : Yulianto

Harga telur menjelang akhir tahun 2025 naik di atas Harga Acuan Pemerintah

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Menjelang Hari Raya Besar Keagamaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), konsumen harus merogoh kocek lebih banyak untuk membeli telur yang harganya mencapai Rp 32 ribu/kg. Padahal pemerintah telah mematok sesuai Harga Acuan Pemerintah (HAP) maksimal sebesar Rp 30 ribu/kg.

Temuan tersebut terungkap saat  Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani sidak dan memantau perkembangan harga sembako di Pasar Rawamangun, Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) dan Pasar Modern Transmart, Jakarta Timur, Rabu (24/12). 

“Telur tadi kami coba beli per kilo harganya Rp 32 ribu. Seyogyanya harganya adalah maksimal Rp30 ribu/kg,” kata Rizal yang sempat membeli telur di pedagang Pasar Rawamangun. Dalam sidak tersebut Rizal didampingi Deputi bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa.

Harga telur di atas HAP juga ditemuai saat mengecek di Pasar Modern Transmart, bahkan harganya mencapai Rp 32.900/kg. Dari temuan tersebut, Rizal meminta Satgas Pangan untuk menidaklanjuti agar sesuai dengan aturan dan harga telur maksimal Rp 30 ribu/kg.

“Untuk harga beras di pasar modern sudah sesuai dengan HET. Tapi telur naik diatas ketetapan pemerintah,” kata Rizal. Karena itu, ia menghimbau untuk pengelola Pasar Modern Transmart untuk menurunkan harga telur sesuai dengan ketetapan pemerintah.

Terhadap temuan adanya komoditas pangan yang masih berada di atas ketetapan pemerintah, Rizal menyerahkan kepada Satgas Pangan sebagai barang bukti. Selain itu ia juga mengimbau agar pedangang tidak merugikan konsumen.  

“Saya himbau kepada para pengecer jangan menaikkan harga dengan alasan apapun, termasuk adanya perayaan Natal dan Tahun Baru,” katanya.

Sementara itu, I Gusti Ketut Astawa mengatakan, seharusnya harga telur tidak naik melewati HAP, karena stoknya cukup besar. Karena itu, ia mengimbau untuk pedagang dan pengelola pasar modern tidak menjual di atas HAP.  “Saya minta untuk pengelola pasar modern untuk menurunkan harga,” ujarnya.

Ketut tak menyangkal bahwa kenaikan harga telur tersebut karena pengaruh permintaan dari Program Makan Bergizi (MBG). Namun ia melihat, naiknya permintaan saat Nataru juga ikut mempengaruhi.

“Tapi secara prinsif dan kami sudah bicara ke peternak bahwa harga telur di tingkat peternak sekitar Rp 22-25 ribu/kg. Artinya pedagang masih bisa menjual di angka Rp 30 ribu/kg,” ujarnya.

Pengawasan dari Sabang-Merauke

Pada kesempatan itu, Rizal juga menegaskan, pemerintah berusaha untuk meringankan beban masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan Natal dan Tahun Baru dengan menjaga harga pamngan tetap stabil dan tidak melonjak tinggi.

Karena itulah, pihaknya bersama seluruh jajaran Badan Pangan Nasional melaksanakan monitoring dan operasi pasar.  “Masing-masing kabupaten/kota juga melaksanakan kegiatan monitoring dari Sabang sampai Merauke. Tujuannya apa untuk menjamin harga-harga supaya tidak naik menjelang natal dan tahun baru,” tuturnya.

Bahkan menurut Rizal, seluruh jajaran Bulog di seluruh Indonesia dalam hal ini pimpinan wilayah sampai cabang, serta Dinas Perindustrian dan Perdangan Daerah untuk melaksanakan kegiatan pemantauan harga pangan serentak di seluruh Indonesia.

“Kami melakukan montoring serentak hari ini. Kami juga telah perintahkan untuk melaksanakan lagi pada 29 Desember mendatang. Tujuannya apa? Untuk mencegah supaya harga-harga tidak naik pada tahun baru,” ungkapnya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018