Saturday, 26 September 2020


Hindari Corona, Penyuluh : Cuci Tangan dan Minum Empon-Empon Saat Tugas Lapangan

24 Mar 2020, 11:46 WIBEditor : Gesha

Penyuluh tetap menjaga kesehatan dan kebersihan diri meskipun kerja lapangan | Sumber Foto:BAI

TABLOIDSINARTANI.COM, Semarang -- Kegiatan produksi di daerah terus dilakukan. Petani bersama penyuluh tetap berkomitmen menghasilkan pangan, sembari tetap cuci tangan dan minum empon-empon.

"Kami di BPP menyediakan hand sanitizer dan sabun cuci tangan untuk setiap penyuluh yang datang dari lapangan agar segera mencuci tangan," ungkap salah satu penyuluh dari BPP Ungaran Timur, Baihaqi kepada tabloidsinartani.com.

Tak hanya itu, setiap ruangan di BPP Ungaran Timur sudah dilakukan penyemprotan desinfektan oleh Pemerintah Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

"Pokoknya kami harus selalu menjaga kesehatan dan kebersihan diri. Kami juga ikut menghimbau petani agar lebih waspada Corona ini. Kami harus berikan contoh juga," tuturnya.

Diakui dirinya, penyuluh sebagai petugas lapang harus siap sedia mendampingi petani. "Di dinas sih sudah ada pembagian jadwal piket dan work from home (WFH), tapi bagi kami yang di lapangan, masih menunggu kebijakan dinas," tuturnya.

Karena itu, penyuluh hanya bisa mencegah agar tidak terkena virus Corona ini. "Pulang dari lapang langsung cuci tangan sesuai yang diinstruksikan WHO. Minum ramuan empon-empon untuk meningkatkan imunitas dan jika sakit batuk pilek, sebaiknya istirahat total di rumah saja," tuturnya.

Dengan cara ini, seluruh penyuluh di BPP Ungaran Timur masih bisa terus melayani petani dengan sehat bugar dan produksi bisa berjalan dengan baik.

Kurangi Pertemuan Massal

Hingga sekarang, pelayanan kunjungan kepada petani masih terus berjalan meskipun membatasi pertemuan massal. "Beberapa pertemuan atau kegiatan yang kami tunda misalnya pertemuan KWT tingkat Kabupaten, pertemuan KTNA Kecamatan, rencana studi banding KTNA. Sisanya pertemuan kunjungan lapang personal langsung k petani binaan, tetap kami lakukan," jelasnya.

Seperti baru-baru ini, BPP Ungaran Timur tetap turun ke ladang jagung petani dalam budidaya jagung menggunakan varietas Pioneer dan NK, pembinaan pengecer pupuk, hingga melayani peminjaman alsintan pascapanen jagung melalui Brigade Alsintan BPP Ungaran Timur.

Baihaqi mengakui kedepannya, BPP Ungaran Timur akan mengembangkan pertemuan menggunakan aplikasi Zoom Cloud Meeting untuk tetap bisa melakukan pertemuan atau koordinasi secara teleconference. "Alhamdulilah di wilayah binaan kami sekitar 90 persen ketua kelompoknya sudah menggunakan android," tuturnya.

Dirinya pun berharap agar Pandemi Corona ini bisa berakhir dalam waktu dekat, agar seluruh kegiatan bisa kembali berjalan normal.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018