Sunday, 05 April 2020


Begini Cara Petugas Karantina Pertanian Cilegon Tangkal Corona

25 Mar 2020, 20:16 WIBEditor : Clara

Penyemprotan disinfektan salah satu cara menghambat penyebaran virus corona | Sumber Foto:Dok. Karantina Pertanian Cilegon

TABLOIDSINARTANI.COM, Cilegon --- Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah merupakan himbauan dari pemerintah pusat dan daerah di tengah pandemik virus Covid-19 (corona). Namun sayangnya, tidak semua profesi bisa menerapkan himbauan ini.

Petugas atau pejabat Karantina Pertanian, menjadi salah satu profesi yang tidak serta merta bisa menerapkan himbauan WFH. Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon, Raden Nurcahyo Nugroho menyampaikan petugas piket masih dibertugas untuk pelayanan, namun dengan jumlah yang dibatasi. Sedangkan untuk yang sedang tidak sedang piket, diberlakukan WFH. 

Kepada tabloidsinartani.com, Raden mengaku menerapkan SOP sesuai dengan surat dari Badan Karantina Pertanian (Barantan). "Disinfeksi terhadap orang dan kendaraan serta cuci tangan terhadap pegawai dan pengguna jasa yang masuk diterapkan. Jaga jarak minimum 1 meter diterapkan baik sesama pegawai maupun pengguna jasa," terangnya. Penyemprotan ruangan dengan disinfektan juga dilakukan setiap dua hari sekali, disediakan hand sanitizer pada setiap ruangan, disediakan masker bagi pelayanan. Selain itu, vitamin juga disediakan di kantor Karantina Pertanian Cilegon untuk petugas yang melakukan pelayanan.

Meskipun WFH, Raden mengaku sesekali mematau tim di lapangan untuk memastikan SOP dijalankan dengan baik. "Kepada seluruh teman-teman karantina, Saya menyarankan agar WFH wajib dipatuhi. Selama Piket Pelayanan, harus disiplin mengikuti protokol kesehatan yang sudah diinstruksikan Pemerintah dan SOP yang sudah diarahkan pimpinan. Jaga jarak aman dan minum vitamin setiap hari secara teratur; inovasi layanan yang meniadakan face to face diterapkan secara konsisten; pelihara kebersihan diri dan lingkungan secara teratur; sabar, tawakal, dan hindari stress; permudah dan percepat segala layanan karantina," ungkap Raden.

Reporter : Tiara
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018