Sunday, 05 April 2020


Tips Menjalani Social Distancing Agar Terhindar dari Virus Corona

25 Mar 2020, 08:18 WIBEditor : Ahmad Soim

Booth Disinfektan di Kementerian Pertanian. Karyawan yang mau masuk kantor wajib melewati booth ini | Sumber Foto:Dok Humas

Social distancing dapat dilakukan dengan beragam cara disesuaikan dengan kesehatan dan kesibukan kita.

 

TABLOIDSINARTANI.COM - Informasi dari situs resmi pemerintah di laman www.covid19.go.id pada Selasa, 24 Maret, secara nasional ada 107 tambahan kasus positif Virus Corona dan 7 meninggal dunia. Secara akumulatif kasus positif virus corona di Indonesia sebanyak 686 positif virus corona, 55 orang meninggal dan 30 orang sembuh.

 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan virus corona sebagai pandemi global. Pemerintah di berbagai negara pun mengambil langkah-langkah penanganan untuk melindungi warganya.  

 

Perbedaan Lockdown dan Social Distancing

Di Indonesia, pemerintah tidak menerapkan lockdown tetapi memilih melaksanakan social distancing. Kedua hal itu diatur dalam Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan,  pada pasal 59 dan 60.  

 

Lockdown atau karantina wilayah adalah “pembatasan penduduk dalam suatu wilayah termasuk wilayah pintu masuk beserta isinya yang diduga terinfeksi penyakit dan/atau terkontaminasi sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit atau kontaminasi”.

 

Sedangkan social distancing atau pembatasan sosial didefinisikan sebagai “pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi penyakit dan/atau terkontaminasi sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit atau kontaminasi”.

 

 Dari dua pasal tersebut jelas bahwa lockdown dan social distancing sama-sama bertujuan menekan potensi penularan penyakit. Perbedaannya, lockdown membatasi mobilisasi orang agar tidak masuk dan keluar suatu wilayah, sedangkan social distancing membatasi kegiatan sosial orang untuk menjauh dari kontak dan keramaian.

 

Dalam pasal 59 ayat 2 dari peraturan tersebut juga dijelaskan bahwa pembatasan sosial lebih bertujuan untuk “mencegah meluasnya penyebaran penyakit yang sedang terjadi antar orang di suatu wilayah.” Jadi, social distancing berguna untuk mencegah penularan penyakit antar individu dalam satu wilayah, sedangkan lockdown untuk mencegah penularan antar wilayah berbeda.

 

Tips Social Distancing?

Pada Pasal 59 ayat 3 dijelaskan bahwa pembatasan sosial antara lain dilakukan dalam bentuk : a) meliburkan sekolah dan tempat kerja, b) pembatasan kegiatan keagamaan, dan c) pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum.

 

Social distancing dapat dilakukan dengan beragam cara, yang bisa disesuaikan berdasarkan kondisi yang berlaku. Bagi seseorang yang sehat, social distancing dapat dilakukan dengan bertahan diri di dalam rumah, membatasi perjalanan, membatalkan acara yang mengharuskan untuk bertemu dengan banyak orang, serta menghindari kontak dengan orang lain yang sedang sakit. Jarak ideal yang disarankan adalah enam kaki atau 1,8 meter.

 

Sedangkan bagi mereka yang memiliki gejala sakit demam dan pernapasan, social distancing dapat dilakukan dengan mengisolasi diri dari masyarakat luar dengan bertahan di dalam rumah atau kamar selama 72 jam sampai satu minggu hingga kondisi membaik.

 

Social distancing juga dijalankan disesuaikan dengan kesibukan rutinitas. Jika penerapannya terpaksa dilakukan sambil menjalankan rutinitas wajib, social distancing dapat disertai dengan upaya-upaya menjaga kebersihan diri.

 

Jika rutinitasnya berupa pekerjaan yang tidak dapat dihindari, cara termudah untuk menerapkan social distancing adalah menyelesaikan pekerjaan secara jarak jauh, atau datang ke kempat kerja di waktu-waktu tertentu di luar kebiasaan agar terbebas dari keramaian.

 

 

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018