Saturday, 06 March 2021


Efektif Cegah Serangan Tikus, BPP Nganjuk Beri Tips Membuat Rubuha

19 Feb 2021, 17:27 WIBEditor : Yulianto

Pemasangan rumah burung hantu di Nganjuk | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Nganjuk---Tikus menjadi hama yang sangat meresahkan petani, terutama saat musim tanam padi. Di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, tepatnya di Kecamatan Nganjuk, pengendalian tikus dilakukan salah satunya dengan membangun rumah burung hantu (rubuha).

Nurul Hidayah penyuluh pertanian Kecamatan Nganjuk mendampingi petani binaannya mendirikan Rubuha di Poktan Taruna Tani Kelurahan Kramat, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk. Nurul memberikan tips cara membuat rubuha. “Yang perlu diperhatikan dalam pembuatan rubuha sebaiknya berupa papan kayu yang di cat warna gelap sesuai dengan kebiasaan hidup burung bantu di habitat aslinya,” katanya.

Rubuha juga perlu dibuatkan dua pintu. Pintu depan dan pintu samping. Pintu depan diletakkan di tempat santai dan selalu terbuka. Fungsi pintu depan untuk keluar masuk tyto alba. Pintu depan ini dapat dibuat dengan ukuran 30 cm x 40 cm.

Sedangkan pintu samping diletakkan di antara tempat santai dan tempat tidur. Pintu samping ini berfungsi sebagai pintu untuk mengintip dan harus selalu tertutup. Pintu samping dibuat dengan ukuran 40 cm x 40 cm. Ukuran tempat tidur harus dibuat lebih besar daripada tempat santai. Ukuran rubuha secara keseluruhan adalah 1 m x 70 cm x 50 cm. 

“Burung hantu merupakan hewan disiplin dalam  menggunakan tempat di dalam rumahnya yaitu sesuai dengan fungsinya masing-masing,” katanya. Misalnya, tempat tidur hanya untuk beristirahat, bertelur, mengerami telur, dan untuk mengasuh anak-anaknya.

Sedangkan di tempat santai digunakan untuk bercengkrama dan menyantap hasil buruannya. Karena itu,  di tempat santai sering ditemukan bulu-bulu tikus dan muntahan balik sisa makanan yang tidak tercerna.

Kenalkan ke petani

Beberapa penyuluh pertanian dan petugas pengendali organisme pegangganggu tumbuhan (POPT) telah banyak mengenalkan rubuha kepada petani-petani di wilayah kerjanya.

Petugas POPT Kecamatan Nganjuk, Djoko Erwanto mengatakan, rubuha merupakan inovasi teknologi ramah lingkungan dan efektif mengendalikan tikus. Pemanfaatan burung hantu atau tyto alba sebagai predator tikus, banyak membantu petani dalam mengamankan tanaman padinya.

“Untuk membangun rubuha dibutuhkan perlengkapan berupa sarang untuk tidur dan bertelur, tempat bertengger, tempat minum, dan ketersediaan pakan berupa tikus,” ujar Erwanto.

Cara berburu burung hantu menurutnya, cukup efektif dalam pengendalikan tikus di daerah kawasannya. Hal ini karena tyto alba tidak berburu mangsanya di tempat lain apabila disekitar sangkarnya masih cukup banyak mangsa dan mudah untuk mendapatkan tikus.

Namun kawasan perburuan akan meluas dengan berkurangnya populasi tikus di kawasan perburuan sebelumnya. Dengan ketersediaan pakan, burung hantu akan memperoleh makanan minimal 2 ekor tikus dalam semalam. Insting burung hantu mampu mendeteksi  dan mampu menangkap tikus  dengan cakarnya sampe radius 500 meter,” ujarnya.

Karena itu, BPP Nganjuk terus berupaya melakukan pendampingan kepada petani agar pertanaman padi terus bertambah dan produksi semakin meningkat. Saidi Koordinator BPP Nganjuk, menekankan kepada semua poktan di Kecamatan Nganjuk untuk menjaga keseimbangan ekosistem karena alam yang tidak seimbang akan berdampak pada kehidupan manusia itu sendiri.

“Perlu dipahami juga bahwa langkah untuk mengembalikan peran burung hantu  sebagai predator tikus memerlukan proses secara bertahap. Pembuatan rumah burung hantu merupakan bagian dari ikhtiar petani beserta BPP Kecamatan Nganjuk untuk mengendalikan hama tikus sawah yang meresahkan petani,” tutur Saidi.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi dalam berbagai kesempatan mengatakan, bahwa pandemi Covid-19 mempengaruhi perekonomian, namun sektor pertanian semakin kokoh lantaran kerja keras petani didampingi penyuluh.

“Petani harus turun ke lapangan, penyuluh harus turun ke lapangan dan mendampingi petani. Dalam kondisi apa pun, pangan tidak boleh bermasalah. Pangan tidak boleh bersoal. Untuk itu, kita harus tanam dan memastikan produksi tidak berhenti,” tegas Dedi.

Sementara itu Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo selalu mengingatkan agar pertanian tidak boleh berhenti untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.

Reporter : Hesti Nova/ Yeniarta (BBPP Ketindan)
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018