Friday, 18 June 2021


Petani Sidrap Diajak Bangun Rubuha untuk Tumpas Tikus Sawah

10 Jun 2021, 07:18 WIBEditor : Ahmad Soim

Rubuha | Sumber Foto:Dok Sinar Tani

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Sidrap --  Mengantisipasi serangan hama tikus pada musim tanam April-September tahun 2021, Instalasi, Peramalan, dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (IP3OPT) Tiroang Pinrang bekerjasama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sereang Kecamatan Maritengngae, menggelar Sosialisasi Rumah Burung Hantu (Rubuha) di Kelompok Tani Massumpuloloe I  Desa Tanete,  Kabupaten Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu 9 Juni 2021.

Sosialisasi ini secara khusus dilakukan di Kelompok Tani Massumpuloloe I yang mendapatkan bantuan Rumah Burung Hantu (Rubuha) tahun 2021. Juga hadir dalam kegiatan ini Koordinator POPT IP3OPT Pinrang, Muktar Said Abu SP, Kepala BPP Sereang Kecamatan Maritengngae, Muspiani SP, MSi, Penyuluh Pertanian Desa Tanete, Harnalita Hading SP, serta Pengurus dan anggota Kelompok Tani Massumpuloloe.

Koordinator POPT IP3OPT Tiroang Pinrang, Muktar Said Abu SP mengatakan bahwa " Program Rubuha yang kami sosialisasikan merupakan program Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) dengan mendirikan Rumah Burung Hantu (Rubuha) dan Rubuha ini bertujuan sebagai tempat tinggal dari burung hantu yang diketahui sebagai predator alami dari hama tikus sawah," kata Muktar Said Abu.

Muktar Said Abu lebih lanjut mengatakan bahwa "pemasangan rumah burung hantu (rubuha) merupakan salah satu cara untuk melestarikan dan menjaga keberadaan burung hantu di areal persawahan mengingat burung hantu adalah musuh alami yang paling efektif dan efisien dalam mengendalikan tikus. Hal ini sesuai dengan salah satu prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT), yaitu memanfaatkan musuh alami hama.

"Rubuha dibuat agar burung hantu secara alamiah dapat singgah, menempati, dan berkembang biak di rumah burung hantu tersebut. Pemanfaatannya relatif murah dan tidak memiliki dampak negatif pada pencemaran lingkungan," jelas Muktar Said Abu.

Dalam sosialisasi Rubuha tersebut Muktar Said Abu menambahkan "ada beberapa faktor yang menyebabkan pengendalian hama tikus tidak berjalan maksimal adalah pertama tidak monitoring populasi hama tikus sehingga sering keterlambatan dalam mengantisipasi pengendalian, kedua musuh alami atau predator tikus seperti burung hantu dan ular sudah berkurang," tambahnya.

" Pembuatan Rubuha ini memudahkan burung hantu berburu tikus di sawah," tutur Muktar. Agar Rubuha kuat dan tidak mudah roboh tiangnya harus kuat pula sebaiknya terbuat dari besi sehingga tidak mudah roboh di tanah persawahan yang lembek, tingginya 6 meter lebih tinggi lebih bagus untuk memudahkan burung hantu mengintai dan efektif membawa hasil mangsanya.

Lebih jauh, Muktar Said Abu mengatakan bahwa "berdasarkan fakta burung hantu bisa memakan puluhan ekor tikus dalam semalam. Teknologi pemanfaatan burung hantu ini sangat efektif dan dapat meningkatkan efisiensi waktu petani, selain mudah penerapannya, biaya yang dibutuhkanpun tidak mahal," urai Muktar Said Abu.

BACA JUGA:

"Kedepan kita harus memanfaatkan musuh alami hama yang ramah lingkungan dan mengurangi bahan-bahan kimia aktif yang dapat menimbulkan residu yang berbahaya lingkungan dan juga manusia dan upayakan dahulu dengan bahan yang ramah lingkungan, konsep budidaya tanaman yang sehat untuk konservasi lingkungan," ungkap Muktar Said Abu.

Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sereang Kecamatan Maritengngae, Muspiani SP, MSi mengatakan bahwa "kegiatan sosialisasi Rubuha yang kami lakukan sebagai langkah awal agar petani dapat mengetahui dan memahami tentang pengendalian hama tikus dengan Rumah Burung Hantu (Rubuha).

" Semoga saja pengendalian hama tikus dengan Rubuha ini dapat betul-betul mengendalikan hama tikus yang selama ini menjadi keluhan di petani sehingga para petani dapat merasakan hasil dari Rubuha dan keberadaan burung hantu di areal persawahan padi dapat membantu dalam mengendalikan hama tikus," kata Muspiani.

Penyuluh Pertanian Desa Tanete, Harnalita Hading SP, dalam sosialisasi Rubuha menyampaikan bahwa "selama ini pengendalian hama tikus yang dilakukan petani belum maksimal baik dilakukan dengan cara gropyokan, pengemposan, dan memberikan umpan racun tikus, dan mudah-mudahan Rubuha nantinya berfungsi dengan baik sehingga dapat mengendalikan hama tikus.

"Jadi kami harapkan ke petani untuk bekerjasama dan saling bahu membahu dalam menjalankan Rubuha sehingga bisa berjalan sesuai apa yang kita harapkan bersama," ungkap Harnalita Hading.

Marwanto selaku POPT Sidrap memberikan penjelasan secara teknis tentang Rubuha baik dalam pembuatan, posisi dan letak Rubuha yang tepat, sehingga Rubuha dapat berfungsi dengan baik.

"Kami memberikan penjelasan teknis tentang Rubuha agar petani mengetahui manfaat Rubuha dimana jangkauan Rubuha bisa mencapai 200-250 meter persegi, jelas Marwanto.

Ketua Kelompok Tani Massumpuloloe I, Herman mengatakan "Alhamdulillah kami sangat bersyukur kelompok tani kami mendapatkan bantuan Rubuha, semoga hama tikus dapat dikendalikan dengan Rubuha sehingga tanaman dan produksi padi kami mendapatkan hasil yang baik," harap Herman.

____

 Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/ 

Reporter : Suriady
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018