Saturday, 23 October 2021


Pelatihan Penyuluh dan Petani, Bersiap di Era VUCA  

07 Jul 2021, 15:39 WIBEditor : Yulianto

FGD Upgrade Skill Penyuluh Pertanian dan Petani | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDISINARTANI.COM, Jakarta---Kemterian Pertanian telah mencanangkan program pelatihan untuk penyuluh pertanian dan petani. Dengan pelatihan ini diharapkan, skill  garda terdepan pembangunan pertanian itu bisa ter-upgrade dan siap menghadapi era  VUCA (volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity)

Bahkan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo telah mengibarkan bendera pertanian Maju, Mandiri dan Modern. Bagaimana program pelatihan tersebut? Ternyata, Kementerian Pertanian telah menetapkan target sebanyak 1,5 juta penyuluh dan petani yang menjadi bagian program tersebut. Jika 75 persen mengikuti, maka paling tidak ada 1 juta penyuluh dan petani upgrade skill (meningkat kemampuan dan keterampilannya) 

Saat Focus Group Disscusion "Upgrade Skill Penyuluh Pertanian dan Petani" yang digelar TABLOID SINAR TANI, Rabu (7/7), Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dr. Siti Munifah mengatakan, Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP berupaya meningkatkan keterampilan (upgrade skill) penyuluh dan petani.

“Kementan punya keinginan transformasi pertanian subsisten ke pertanian berskala ekonomi. Dari pertanian konvensional ke pertanian modern. Jadi semuanya akan mengarah ke pertanian modern,” kata Siti Munifah.

Salah satu programnya adalah pelatihan penyuluh dan petani, targetnya 1,5 juta penyuluh dan petani. Data petani di Pusluhtan ada sekitar 1.460.197 orang petani dan penyuluh sebanyak 39.803 orang, baik penyuluh PNS dan PPPK. “Ini belum termasuk penyuluh swadaya. Minimal 75 persen atau 1 juta petani dan penyuluh bisa dilatih,” harapnya.

Indikator sukses program itu adalah sebanyak 75 persen petani yang diberikan penyuluhan sudah menerapkan teknologi baru sesuai dengan kearifan lokal (local wisdom) masing masing. Indikator lainnya, kelembagaan petani bisa meningkat kapasitasnya dari poktan gapoktan, bahkan koperasi, sebanyak 19 persen per tahun.

BACA JUGA:

Pelatihan-Penyuluh-dan-Petani-Mulai-Juli-2021

Pelatihan-Penyuluh-dan-Petani-Tak-Bisa-Sepenuhnya-Virtual

Ciptakan-Agropreneur-Kementan-Latih-1-Juta-Penyuluh-dan-Petani

Pelatihan Berbasis IT

Sementara itu Kepala Pusat Pelatihan BPPSDMP, Dr. Leli Nuryati mengatakan, kegiatan pelatihan nantinya akan berbasis IT. Hal ini sejalan dengan apa yang diarahkan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo bahwa pola lama harus mulai ditinggalkan, sehingga metode yang dilakukan tidak lagi terkendala dengan adanya Covid 19.

“Dengan metode yang baru, apakah itu blended learning atau pun e-learning, maka cakupan dari peserta pelatihan akan semakin banyak,” katanya. Karena itu lanjut Leli, Menteri Pertanian menugaskan Pusat Pelatihan untuk melaksanakan pelatihan bagi 1 juta penyuluh dan petani di Indonesia yang diharapkan bisa dilaksanakan pada Juli 2021 ini.

“Dengan pengembangan IT ini tentunya kita berharap sebagai peran kita dalam melaksanakan revolusi industri 4.0 dan juga dalam rangka antisipasi covid-19,” katanya.

Saat ini menurut Leli, Pusat Pelatihan sudah secara rutin melakukan pelatihan melalui seperti program Bertani on Cloud yang dilaksanakan setiap Selasa dan Kamis. Sejak tahun 2010 hingga kini sudah lebih mencapai 100 volume pelatihan yang dilakukan secara online. “Semua rekamannya bisa diakses dan bisa dilihat ulang,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Prodi S2 Pertanian, Universitas Padjajaran, Dr. Iwan Setiawan mengatakan, dengan kondisi terkini penyuluh dituntut seperti superman. Bukan tidak bisa, tapi terlalu berat. Tugas penyuluh sebagai kolaborator berbagai pihak.

“Siapa saja yang diikat oleh penyuluh? Mereka adalah berbagai pihak yang mendukung kegiatan di pedesaan. Memang tidak harus datang secara fisik, apalagi sekarang bisa melalui ruang maya,” tuturnya.

Bagaiman metode penyuluhan ke depan, menurut Iwan, metode non formal yang dahulu dilakukan penyuluh dan diadopsi perguruan tinggi masih bisa dilakukan. Bahkan ia berharap jangan sampai hilang. “Jadi penyuluhan merupakan pemberdayaan masyarakat yang unfinished process. Jika masyarakat makin berdaya dan berkembang, maka tantangan makin besar,” tuturnya.

Dengan demikian pemberdayaan masyarakat, merupakan proses regenerasi. Jangan sampai siklus keberhasilan penyuluh mati dalam satu generasi. Untuk itu, ungkap Iwan, penyuluh harus dapat menciptakan bagaimana regenerasi petani berjalan.

Apa yang diungkapkan Iwan memang menjadi sebuah tantangan bagi kita semua, termasuk PR regenerasi petani dan pelaku agribisnis. Bukan hanya PR Kementerian Pertanian, tapi juga PR pemerintah saat ini.

Bagi yang ingin mendapatkan link materi dan ingin melihat lagi kegiatan FGD Upgrade Skill Penyuluh Pertanian dan Petani bisa diunduh pada link ini.

LINK MATERI : MATERI FGD: Upgrade Skill Penyuluh Pertanian dan Petani

LINK SIARAN SINTA TV : SIARAN FGD: Upgrade Skill Penyuluh Pertanian dan Petani

LINK ESERTIFIKAT :ESERTIFIKAT FGD : Upgrade Skill Penyuluh Pertanian dan Petani

Reporter : Echa/Gsh/Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018