Wednesday, 01 December 2021


Bangkit dari Timur Indonesia, Papua dan Papua Barat Sambut Pelatihan Petani Milenial

15 Nov 2021, 16:34 WIB

Pelatihan bagi Petani Milenial | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Papua --- Sebanyak 1200 calon petani milenial dari Papua dan Papua Barat begitu bersemangat mengikuti pembukaan "Pelatihan Bagi Petani Milenial di Papua Dan Papua Barat Mendukung Ketersediaan Pangan", Senin (15/11). Antusiasme ini menandakan semangat untuk bangkitnya pertanian dari Timur Indonesia.

"Kami terbiasa dengan pertanian berpindah-pindah. Disaat daerah ini sudah tidak subur, kita pindah ke tempat lain. Begitu seterusnya. Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, bisa mengubah kebiasaan itu. Kami juga inginkan adanya alsintan yang bisa mempermudah kami untuk bertani," ungkap Fransiskus Sagisolo, Desa Amban, Kecamatan Manokwari Barat, Manokwari, salah satu peserta pelatihan ini.

Apa yang diharapkan Fransiskus ini juga diharapkan seluruh calon petani milenial dari Papua dan Papua Barat yang mengikuti "Pelatihan Bagi Petani Milenial di Papua Dan Papua Barat Mendukung Ketersediaan Pangan" mulai 15 November hingga 23 November mendatang.

Ilmu berupa pelatihan seperti ini memang tengah dilakukan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian untuk meningkatkan kemampuan petani milenial agar semakin yakin dan semangat bertani dan membangun pertanian dari Timur Indonesia.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, menjelaskan jika pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi (pengetahuan, keterampilan / keahlian dan sikap) petani milenial. "Khususnya untuk meningkatkan kompetensi petani milenial Papua dan Papua Barat dalam mendukung ketersediaan pangan," katanya dalam pelatihan yang juga diikuti tabloidsinartani.com.

Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung ketersediaan pangan ini, melibatkan 20 Kabupaten/Kota di Papua dan 18 Kabupaten/Kota di Papua Barat, dengan jumlah peserta lebih dari 1.200 orang. Di Provinsi Papua, pelatihan dilangsungkan di BPTP Papua, BLP Sentani, BPP Sidori, Dishut Biak, Ditan Merauke, Distan Nabire, Polbangtan Merauke, BPP Semangga, Balai Kampung Domande, Diperta, SMK Eca, dan Diperta Yapen. Sementara di Papua Barat, pelatihan dipusatkan di Polbangtan Manokwari, Dinas Pertanian Kab. Pegaf, Dinas Pertanian Kab. Telbin, Dinas Pertanian Kab. Sorong, Dinas Pertanian Kab. Fakfak dan Dinas Pertanian Kab. Tambrauw.

Dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan, Menteri SYL menegaskan, “Petani Milenial Papua nggak boleh gagal. Latihan baik-baik.”  Pelatihan ini hanya lah sebuah momen untuk melakukan connecting.  Papua dan Papua Barat tanah yang subur, baik untuk diolah menjadi lahan pertanian.  Menteri SYL pun mengibaratkan mengurus pertanian sebagai pejuang kemausiaan yang mengurus kebutuhan pangan.

Pasca pelatihan, Menteri SYL memberikan waktu 1 bulan untuk menelakukan mixing farming.  “Kalau mau jadi anak muda yang hebat, mau jadi anak papua yang berkarya, lakukan mixing perkebunan,” ajak Menteri.  

Dengan bertani, SYL pun menyemangati para pemuda papua telah membantu Presiden, Gubernur, Bupati.  “Jangan ada yang turun lagi semangatnya.  Papua itu disayang oleh Tuhan. “Cara menyukuri dengan menempatkan tanah, air, angin yang tidak berhenti di tanah papua,” sebut Mantan Gubernur Sulawesi Selatan. 

 

 

 

Reporter : Nsd
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018