Thursday, 30 June 2022


Perkuat Kostratani, Petani dan Penyuluh Ponorogo Studi Tiru di BBPP Ketindan

18 May 2022, 10:45 WIBEditor : Yulianto

Petani dan Penyuluh di Kabupaten Ponorogo studi tiru ke BBPP Ketindan | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang---Komando Strategis Pertanian (Kostratani) yang berbasis di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan menjadi salah satu fokus kebijakan Kementerian Pertanian saat ini.  

Untuk mengoptimalisasi tugas, fungsi dan peran BPP sebagai pusat kegiatan pembangunan pertanian, Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ponorogo melaksanakan studi tiru di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas SDM penyuluh dan petani dalam diseminasi inovasi teknologi.

“Kami menyambut baik penyuluh dan petani meningkatkan kapasitasnya melalui studi tiru di BBPP Ketindan,” kata Sumardi Noor, Kepala BBPP Ketindan dalam arahannya saat menerima petani dan penyuluh dari Kabupaten Ponorogo di Malang, beberapa waktu lalu.

Menurut Sumardi, kegiatan ini sesuai dengan tupoksi BBPP Ketindan. Sebagai UPT Pelatihan dibawah Pusat Pelatihan Pertanian, pihaknya mempunyai tugas melaksanakan pelatihan fungsional bagi aparatur, pelatihan teknis dan profesi, mengembangkan model.

“Kami juga melakukan teknik pelatihan fungsional dan teknis di bidang pertanian, peternakan atau kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner bagi aparatur dan non aparatur pertanian,” jelasnya.

Sebanyak 48 petani dan penyuluh melakukan studi tiru didampingi Sekretaris Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan terkait inovasi dan teknologi untuk bisa diaplikasikan di wilayah mereka masing-masing. Dengan sinergi yang kuat dibangun oleh petani dan penyuluh, peserta berharap bisa menyerap dengan baik transfer ilmu yang diberikan Tim BBPP Ketindan.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan, program utama pembangunan pertanian untuk mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia dapat dilakukan dengan gerakan nasional. Hal tersebut meliputi peningkatan produktivitas, produksi, dan ekspor, peningkatan populasi ternak, pengembangan SDM, serta penerapan mekanisme pertanian dengan ekspansi pertanian.

“Pembangunan pertanian akan berdampak pada tersedianya pangan untuk 273 juta jiwa, meningkatnya kesejahteraan petani, dan dapat meningkatkan ekspor pangan secara baik,” tuturnya.

Tujuan pembangunan pertanian dapat dilakukan dengan salah satu kegiatan yaitu kostratani yang merupakan pusat kegiatan pembangunan berbasis teknologi informasi. “Kostratani diharapkan dapat meningkatkan kualitas pangan dan membangun pertanian kita untuk masa mendatang,” lanjut Dedi Nursyamsi.

Sebagai program strategis Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ponorogo, sangat mendukung dan memajukan Kostratani yang semakin tumbuh pesat dalam perjalanannya di Kabupaten Ponorogo. Hal ini disampaikan Marjono, Sekretaris Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Ponorogo yang mendampingi kegiatan studi tiru peserta.

“Kami berharap melalui studi tiru ini semakin meningkatkan peran kostratani sebagai pusat pembelajaran bagi petani. Disamping itu proses pembelajaran ini nantinya berdampak signifikan terutama dalam aplikasi inovasi dan tindak lanjut ke depannya untuk bisa meningkatkan ketahanan pangan,” kata Marjono.

Beberapa kegiatan studi tiru antara lain belajar membuat asap cair, pupuk jernih dan pestisida nabati di instalasi proteksi tanaman bersama widyaiswara spesialisasi proteksi tanaman. Selain itu, kegoatan pelatihan aneka pengolahan hasil tanaman pangan dan obat di laboratorium teknologi pengolahan hasil pertanian bersama widyaiswara spesialisasi pengolahan hasil pertanian.

Reporter : Yeniarta (BBPP Ketindan)
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018