Thursday, 18 August 2022


Gandeng P4S Hikmah Farm, BBPP Ketindan Latih Milenial Smart Farming  

04 Aug 2022, 10:43 WIBEditor : Yulianto

Pelatihan petani milenial di BBPP Ketindan | Sumber Foto:Yeniarta

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang---Penerapan teknologi Smart Farming mampu membantu berbagai kegiatan di bidang pertanian agar lebih cepat dan tepat dibandingkan metode konvensional. Bahkan berpotensi besar meningkatkan pendapatan para petani dan berkontribusi terhadap keberlanjutan pertanian.

Sekitar 33 juta pemuda berusia 16-30 tahun yang tinggal di perdesaan memiliki mobilisasi dalam peningkatan kemampuan bekerja. Para pemuda ini bisa menjadi elemen kunci dalam mengimplementasikan prakarsa usaha pemuda perdesaan melalui program Kementerian Pertanian yakni Integrated Participatory Development and Management Irrigation Program (IPDMIP).  

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan bekerjasama dengan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Hikmah Farm di Kediri menggelar pelatihan  keterampilan bisnis kewirausahaan magang IPDMIP.

Pelatihan digelar 30 Juli – 8 Agustus 2022 yang diikuti 25 pengusaha milenial bidang pertanian di wilayah pengembangan IPDMIP. Peserta berasal dari empat Provinsi yakni Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah.

Pelatihan diselenggarakan dalam rangka peningkatan kemampuan pelaku usaha milenial dalam usahataninya, baik secara individu maupun secara kelompok dalam menerapkan smart farming serta teknologi informasi dalam usahanya.  

Hal ini sejalan arahan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, smart farming dikembangkan sebagai salah satu respon adaptif terhadap perubahan dan perkembangan teknologi global. Penerapannya dapat mencapai efisiensi biaya dan waktu produksi, peningkatan kualitas dan skala usaha, serta mitigasi iklim melalui penggunaan sumberdaya alam secara bijak.

Dedi menilai, banyak keuntungan smart farming. Diantaranya, membantu petani milenial untuk meningkatkan pendapatan dan keuntungan, meningkatkan kondisi sosial ekonomi masyarakat, meningkatkan biodiversitas dan  konservasi air.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, Anang Widodo dalam arahannya saat pembukaan mengatakan, peserta pelatihan selama berlatih P4S Hikmah Farm ini bukan hanya belajar urban farming, tetapi juga bagaimana penggunaan IoT baik di green house tapi juga di lahan terbuka.  “Saya berharap peserta pelatihan dari petani milenial ini bisa mengadopsi ilmu yang diterima dengan baik, katanya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan peningkatan produktivitas adalah salah satu fokus utama Kementerian Pertanian. “Kita ingin semua program bisa berjalan dengan maksimal. Kawal pembangunan pertanian dengan baik, kawal juga peningkatan produktivitas agar kita bisa mencapai ketahanan pangan,” kata Mentan.

Reporter : Yeniarta
Sumber : BBPP Ketindan
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018