Wednesday, 21 October 2026


Berakhir 2024, Kementan Dorong Realisasi Program SIMURP

21 Jul 2023, 15:43 WIBEditor : Herman

Kapusluh, Bustanul Arifin Caya, saat memberikan arahan pada Pertemuan Forum Laporan Semester SIMURP Tahun Anggaran 2023 untuk wilayah Timur, Kamis (20/7)

TABLOIDSINARTANI.COM, Surabaya --- Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) yang akan berakhir tahun 2024 membuat Kementerian Pertanian terus melakukan langkah untuk meningkatkan realisasi baik keuangan maupun teknis. Hal tersebut dilakukan karena menjadi salah satu syarat keberlanjutan SIMURP kedepan.

“Simurp akan selesai Juni 2024, dan kalau ingin Simurp diperpanjang mari sama-sama berjuang agar terjadi peningkatan reasliasi baik dalam keuangan maupun teknis,” ungkap Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Bustanul Arifin Caya, pada Pertemuan Forum Laporan Semester SIMURP Tahun Anggaran 2023 untuk wilayah Timur, Kamis (20/7).

Bustanul mengatakan bahwa kegiatan yang berlangsung 20-22 Juli di The Southern Hotel, Surabaya ini merupakan evaluasi kegiatan semester I untuk mengetahui sajauh mana akselerasi, realisasi baik teknis maupun keuangan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Pada kegiatan tersebut Kapusluh meminta perwakilan daerah program SIMURP di wilayah timur untuk melakukan presentasi masing-masing, agar sama-sama mendapat pembelajaran.

”Untuk yang realisasinya sudah baik bisa memberikan pembelajaran kepada daerah yang realisasinya masih rendah. Dan untuk Provinsi maupaun Kabupaten yang realisasinya masih rendah bisa termotivasi untuk segera melakukan akselerasi. Agar target, baik keuangan maupun fisik bisa terlaksana, dan SIMURP bisai memberikan dampak serta manfaat bagi petani dan penyuluh di wilayah program.” Ungkapnya.

Bustanul berharap potret realisasi daerah lokasi program SIMURP tahun 2023 harus lebih baik dari tahun 2022. Harapan untuk program SIMURP akan diperpanjang, bisa terwujud apabila performa keuangan maupun fisik sesuai dengan target dan harapan semua.

“Kita sudah ada contoh di IPDMIP. Kita berharap program itu diperpajang, tapi tidak disetujui oleh pendonor karena realisasi sangat rendah. Karena itu saya berharap kepada pengelola SIMURP baik di jajaran administratif maupun teknis betul-betul menggunakan anggaran yang ada sebaik-baiknya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kapusluh mengatakan ada 3 roh penting dalam program CSA SIMURP yang kesemuanya harus tercapai yaitu peningkatan produksi, pertanian berkelanjutan dan mengurangi Gas Rumah Kaca (GRK).

Pengurangan Gas Rumah Kaca yang tidak dibarengi dengan peningkatan produksi, berarti tidak sesuai dengan harapan. Ada inovasi teknologi CSA SIMURP yang bila diterapkan bisa meningkatan produktifitas, sekaligus mengurangi efek Gas Rumah Kaca (GRK), dan membangun pertanian yang berkelanjutan.

Diantaranya penggunaan varietas unggul yang mampu beradaptasi dengan iklim baik kekeringan maupun genangan, pemupukan yang seimbang, pengelolaan air yang efisien yaitu dengan menggunaan intermittent irrigation/ Alternate Wetting and Drying (AWD), hingga penggunaan pestisida nabati.

Pada kesempatan tersebut, Kapusluh menyampaikan sekaligus memberikan apresiasi kepada daerah lokazi SIMURP yang memiliki realisasi tinggi seperti Sumatera Utara, Kalimantan Tengah dan Nusa Tenggara Barat.

Reporter : Eko
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018