Sunday, 19 April 2026


Tingkatkan Realisasi, Kementan Lakukan Evaluasi SIMURP Wilayah Timur

20 Jul 2023, 15:44 WIBEditor : Herman

Pertemuan Forum Laporan Semester SIMURP Tahun Anggaran 2023 untuk wilayah Timur

TABLOIDSINARTANI.COM, Surabaya --- Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian  (BPPSDMP) menyelenggarakan Pertemuan Forum Laporan Semester I SIMURP Tahun Anggaran 2023 untuk wilayah Timur Indonesia.  Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana telah dilakukan realisasi baik teknis maupun keuangan CSA SIMURP pada Semester I tahun 2023.

Dijelaskan Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Bustanul Arifin Caya, bahwa untuk Provinsi maupun Kabupaten yang realisasinya masih rendah bisa termotivasi untuk segera melakukan akselerasi. Agar target, baik keuangan maupun fisik bisa terlaksana, dan SIMURP bisa memberikan dampak serta manfaat bagi petani dan penyuluh di wilayah program.

“Karena itu saya meminta mereka melakukan presentasi masing-masing, agar sama-sama mendapat pembelajaran. Untuk yang realisasinya sudah baik bisa memberikan pembelajaran kepada daerah yang realisasinya masih rendah,” ungkapnya dalam pembukaan Pertemuan Forum Laporan Semester I SIMURP Tahun Anggaran 2023 wilayah timur di The Southern Hotel, Surabaya (20/7).

Dengan diketahunya potret realisasi keuangan maupun fisik daerah program CSA SIMURP pada semester 1, maka bisa dilakukan evaluasi dan bisa menyusun rencanan program kegiatan akselerasi.

“Saya harapkan potret kita tahun ini harus lebih baik dari tahun 2022. Apalagi SIMURP tahun 2024 akan berakhir dan kita berharap program ini akan diperpanjang apabila performa baik keuangan maupun fisik sesuai dengan target dan harapan kita semua.” Ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan beberapa daerah lokasi program SIMURP yang memiliki realisasi tinggi seperti Sumatera Utara, Kalimantan Tengah dan Nusa Tenggara Barat

Lebih lanjut Kapusluhtan mengatakan bahwa ada 3 roh penting dalam program CSA SIMURP yang kesemuanya harus tercapai yaitu peningkatan produksi, pertanian berkelanjutan dan mengurangi Gas Rumah Kaca (GRK).  

Sementara itu Keoala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menyampaikan bahwa CSA SIMURP sudah berada didepan dalam  mitigasi perubahan iklim atau climate change.

Inovasi teknologi pertanian cerdas iklim atau Climate Smart Agriculture (CSA) SIMURP selain ditujukan untuk meningkatkan produksi juga mengatasi perubahan iklim yang disebabkan Gas Rumah Kaca.

“Perubahn iklim ternyata diawali dari meningkatnya suhu di permukaan bumi, dan itu berbanding lurus dengan konsentrasi Gas Rumah Kaca di Atmosfer, peningkatan GRK di atmosfer juga berbanding lurus dengan perilaku manusia,” ujarnya.

Melalui berbagai program yang ada pada CSA SIMURP seperti intermittent irrigation, AWD, pemupukan berimbang, penggunaan pestisida nabati dan lain sebagainya diharapkan dapat menekan efek Gas Rumah Kaca.

“Betapa pentingnya program SIMURP dalam antisipasi terhadap perubahan iklim. Karena itu saya mengajak untuk terus menggalakan program SIMURP karena sudah terbukti melakukan mitigasi terhadap emisi Gas Rumah Kaca,” ungkapnya

Reporter : Eko
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018