Wednesday, 04 November 2026


BRMP Mektan Gandeng Produsen Alsintan Modern, Hadirkan Teknologi GPS dan Perkecambahan Benih

04 Nov 2026, 15:11 WIBEditor : Gesha

BRMP Mektan menggandeng produsen alsintan modern menghadirkan teknologi GPS dan perkecambahan benih yang berpotensi mengubah cara petani bekerja.

TABLOIDSINARTANI.COM, Tangerang Selatan – BRMP Mektan menggandeng produsen alsintan modern menghadirkan teknologi GPS dan perkecambahan benih yang berpotensi mengubah cara petani bekerja.

Modernisasi pertanian tidak lagi hanya mengandalkan penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) untuk mempercepat pekerjaan di lahan.

Pemanfaatan teknologi digital dan inovasi budidaya sejak tahap awal penanaman juga menjadi bagian penting dalam membangun sistem pertanian yang lebih efisien dan produktif.

Upaya tersebut didorong melalui kerja sama invensi mekanisasi pertanian antara Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BRMP Mektan) dengan produsen alsintan modern.

Kolaborasi ini diperkenalkan dalam kegiatan Launching Innovation Mechanization Pertanian: Mendukung Pertanian Modern Indonesia yang diselenggarakan dalam rangkaian Nusantara Livestock And Poultry Expo 

Indonesian Agriculture technology Expo, Rabu (04/11) di kawasan Indonesia Convention Exhibition (ICE), Tangerang.

Dalam kegiatan tersebut, diperkenalkan dua inovasi teknologi, yakni Geotrack Nova yang bekerja sama dengan PT Adhyawinsa serta PowerGro Seed Germinator SP-300 yang dikembangkan bersama Ilssang Industry Co. Ltd. dari Korea Selatan melalui inisiasi kerja sama dengan BRMP Mektan.

Kedua teknologi tersebut menawarkan pendekatan berbeda dalam mendukung modernisasi pertanian. Geotrack Nova berfokus pada pemanfaatan sistem navigasi GPS dan pertanian presisi untuk membantu operasional mesin pertanian. 

Sementara itu, PowerGro Seed Germinator SP-300 dikembangkan untuk meningkatkan kualitas dan keseragaman perkecambahan benih padi sebelum ditanam di lahan.

Kepala Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BRMP Mektan), Arief Rahman, menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pemerintah dan dunia industri dalam mempercepat pengembangan serta pemanfaatan inovasi teknologi pertanian.

Menurutnya, modernisasi pertanian membutuhkan sinergi berbagai pihak agar teknologi yang dikembangkan tidak hanya berhenti pada tahap penelitian atau perakitan, tetapi dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi petani.

"Kolaborasi dengan dunia industri menjadi bagian penting dalam mempercepat pemanfaatan inovasi mekanisasi pertanian. Kami berharap teknologi yang dikembangkan dapat menjawab kebutuhan di lapangan, membantu meningkatkan efisiensi pekerjaan, serta mendukung produktivitas pertanian Indonesia," jelasnya.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Geotrack Nova, sebuah aplikasi sistem panduan GPS atau GPS Guidance yang dirancang untuk mendukung penerapan pertanian presisi pada traktor dan berbagai mesin pertanian.

Teknologi ini membantu operator mesin pertanian menentukan jalur kerja secara lebih terarah melalui sistem panduan paralel menggunakan pola jalur A-B. 

Dengan sistem tersebut, operator dapat mengikuti lintasan yang telah ditentukan sehingga pekerjaan di lahan menjadi lebih teratur.

Geotrack Nova juga dilengkapi sejumlah fungsi pendukung, seperti pengukuran luas lahan, pemetaan bidang tanah, serta pemantauan armada atau traktor secara real-time. 

Fitur tersebut memungkinkan pengguna memperoleh informasi mengenai aktivitas mesin dan kondisi pekerjaan di lapangan secara lebih terukur.

Keunggulan lainnya terletak pada kemampuan konektivitas dengan perangkat penerima sinyal GNSS melalui Bluetooth maupun teknologi RTK (Real-Time Kinematic). 

Penggunaan perangkat tersebut memungkinkan sistem memperoleh tingkat akurasi yang beragam, mulai dari akurasi standar hingga tingkat sentimeter, bergantung pada perangkat penerima dan konfigurasi yang digunakan.

Aplikasi ini dirancang untuk dipasang pada perangkat berbasis Android, baik ponsel maupun tablet. Dengan demikian, operator dapat memanfaatkan perangkat yang relatif mudah dijumpai untuk membantu pekerjaan pertanian, mulai dari penyemprotan, pemupukan, pengolahan tanah hingga penanaman.

Pemanfaatan GPS Guidance menjadi penting karena ketepatan jalur kerja berpengaruh terhadap efisiensi penggunaan lahan dan sarana produksi. 

Dalam pekerjaan penyemprotan dan pemupukan, misalnya, panduan jalur dapat membantu mengurangi kemungkinan area terlewat atau terjadi tumpang tindih pekerjaan.

Sementara dalam pengolahan tanah dan penanaman, sistem navigasi tersebut dapat membantu operator menjaga keteraturan lintasan mesin. 

Pekerjaan yang lebih terarah diharapkan mampu menghemat waktu, mengoptimalkan penggunaan bahan bakar, serta meningkatkan ketepatan operasional alsintan.

Inovasi berikutnya adalah PowerGro Seed Germinator SP-300, teknologi perkecambahan benih yang dikembangkan oleh Ilssang Industry Co. Ltd. dari Korea Selatan. 

Inisiasi kerja sama pengembangan alat ini bersama BRMP Mektan telah dilakukan beberapa tahun sebelumnya.

Berbeda dengan Geotrack Nova yang mendukung pekerjaan mekanisasi di lahan, PowerGro bekerja sejak tahap awal budidaya, yakni proses perkecambahan benih padi. 

Teknologi ini dirancang untuk menghasilkan benih yang mampu berkecambah lebih cepat, seragam, dan berkualitas sebelum memasuki tahap penanaman.

PowerGro menggunakan sistem pengendalian suhu, aerasi, dan lingkungan perkecambahan yang terintegrasi.

Pengaturan tersebut bertujuan menciptakan kondisi yang sesuai agar benih dapat berkembang secara optimal dalam waktu relatif singkat.

Berdasarkan hasil pengujian, PowerGro Seed Germinator SP-300 mampu menghasilkan daya kecambah mencapai 92,26 persen dengan tingkat keseragaman hingga 99,99 persen. Proses perkecambahan juga dapat berlangsung sekitar 43 jam.

Capaian tersebut menjadi salah satu keunggulan teknologi ini karena kualitas pertumbuhan tanaman sangat dipengaruhi kondisi benih sejak awal budidaya. 

Benih yang berkecambah secara cepat dan seragam dapat membantu petani membangun populasi tanaman yang lebih merata di lahan.

Dalam implementasi PM-AAS, PowerGro menjadi salah satu fondasi penting untuk membangun keseragaman populasi tanaman sejak tahap awal. 

Pertumbuhan tanaman yang lebih homogen akan memudahkan petani dalam mengelola kegiatan budidaya, termasuk pemupukan, pengairan, serta pengendalian hama dan penyakit.

Keseragaman pertumbuhan juga berpotensi mengurangi perbedaan perkembangan antartanaman yang dapat memengaruhi efektivitas pengelolaan lahan.

Dengan kondisi tanaman yang lebih merata, proses pemeliharaan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terencana.

Pada akhirnya, penggunaan teknologi perkecambahan tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan produktivitas lahan sekaligus menekan potensi kehilangan hasil akibat pertumbuhan tanaman yang tidak seragam.

Kehadiran Geotrack Nova dan PowerGro Seed Germinator SP-300 memperlihatkan bahwa modernisasi pertanian perlu dilakukan secara menyeluruh. 

Penggunaan teknologi tidak hanya dibutuhkan ketika traktor mulai bekerja di lahan, tetapi juga sejak benih dipersiapkan sebelum ditanam.

Melalui kerja sama dengan produsen alsintan dan pengembang teknologi, BRMP Mektan mendorong agar inovasi mekanisasi semakin dekat dengan kebutuhan petani. 

Kolaborasi tersebut sekaligus membuka ruang bagi pengembangan teknologi yang lebih aplikatif melalui keterlibatan lembaga pemerintah dan industri.

Dengan dukungan teknologi GPS, pertanian presisi, serta sistem perkecambahan benih modern, sektor pertanian Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan efisiensi proses produksi dari hulu hingga kegiatan budidaya di lapangan.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018