Wednesday, 04 November 2026


Pemerintah Ajak Petani Manfaatkan Benih Kentang Industri Lokal

04 Nov 2026, 12:35 WIBEditor : Yulianto

Siti Sudlika, Ketua Tim Kerja Pengawasan Peredaran dan Evaluasi Teknis Pemasukan dan Pengeluaran Benih, Direktorat Perbenihan Hortikultura saat melihat performa benih kentang industri lokal di Desa Clekatan, Pemalangi

TABLOIDSINARTANI.COM, Pemalang---Kementerian Pertanian mendorong petani untuk memanfaatkan benih kentang industri lokal. Untuk melihat perkembangan budidaya secara langsung, Direktorat Perbenihan Hortikultura Kementerian Pertanian bersama pelaku industri keripik kentang, mitra petani, dan PT AIMS meninjau pertanaman Chitra di Desa Clekatakan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Kamis (22/10).

Siti Sudlika, Ketua Tim Kerja Pengawasan Peredaran dan Evaluasi Teknis Pemasukan dan Pengeluaran Benih, Direktorat Perbenihan Hortikultura menjelaskan, kunjungan tersebut bertujuan mengevaluasi kondisi pertanaman dan potensi benih kentang industri lokal. Pemerintah saat ini mendorong pemanfaatan benih produksi dalam negeri perlu terus didorong sepanjang mampu memenuhi persyaratan mutu dan kebutuhan industri.

“Arahan pimpinan adalah mendorong industri memanfaatkan benih lokal, sepanjang benih tersebut mampu memenuhi persyaratan dan kebutuhan industri,” kata Dika dalam pertemuan dengan petani kentang.

Sementara itu, Direktur Utama PT AIMS, Benediktus Tommy turut mendorong pengembangan benih lokal untuk memperkuat rantai pasok industri hortikultura dan mengurangi devisa untuk pengadaan benih dari luar negeri. Baginya pertumbuhan Chitra yang menjanjikan di Clekatakan menjadi modal awal untuk memperluas pengembangannya.

Meski keunggulan tersebut masih perlu dibuktikan melalui panen dan evaluasi mutu, hasil pengamatan petani menunjukkan benih kentang industri lokal memiliki peluang nyata untuk bersaing dengan benih impor.  Multiplikasi benih kentang industri berlangsung di tiga tempat yakni, di Pengalengan (Jawa Barat), Pemalang (Jawa Tengah) dan Sembalun (NTB).

Kepala Desa Clekatakan, Sutrisno juga menyambut baik pengembangan varietas tersebut di wilayahnya. Multiplikasi benih kentang industri Chitra, ia menilai, menjadi langkah awal untuk melihat kemampuan petani Pemalang dalam mengembangkan benih kentang industri secara mandiri. ”Selama ini kentang memang menjadi salah satu komoditas yang menjadi penghasilan utama petani, termasuk saat bekerjasama dengan industri kentang,” katanya.

Pengembangan tersebut berawal dari upaya diversifikasi sumber benih pada lahan sekitar 1 ha. Sutrisno juga pernah mengunjungi PT AIMS di Garut untuk melihat produksi benih melalui kultur jaringan. Karenanya Ia berharap Pemalang dapat berkembang menjadi salah satu daerah penghasil benih kentang industri lokal yang berkualitas.

“Kami ingin membuktikan petani bisa memproduksi kentang industri. Ini membutuhkan proses, tetapi harus berani kita mulai. Harapan saya, ke depan ada terobosan baru sehingga petani kita mampu memproduksi benih kentang industri sendiri,” tuturnya. Namun lanjut Sutrisno, dengan masih terbatasnya produksi benih kentang di dalam negeri, dirinya secara tegas tak menolak benih kentang industri impor.

Reporter : Herman
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018