Jumat, 21 Juni 2024


Petani Milenial jadi Bagian Pembangunan Daerah Perbatasan

03 Nov 2023, 13:29 WIBEditor : Yulianto

Juliadi Asalan, Ketua Jaringan Pertanian Nasional Komisariat Daerah Kabupaten Sambas saat evaluasi, apresiai dan motivasi penyuluh pertanian di Sambas | Sumber Foto:Juliadi

TABLOIDSINARTANI.COM, Sambas---Milenial memiliki peran dalam membangun dunia pertanian, bahkan bisa menjadi ladang usaha yang menjanjikan sebagai sumber pendapatan. Namun demikian, petani milenial harus memiliki inovasi yang dapat mengubah cara bertani dari tradisional menjadi modern.

Juliadi Alsan, Ketua Jaringan Pertanian Nasional Komisariat Daerah Kabupaten Sambas mengatakan, salah satu cara mengubah status dari petani tradisional ke petani modern adalah dengan memanfatakan informasi teknologi. Dengan demikian, petani milenial ke depan dalam mengolah lahan sudah dengan cara modern.

“Misalnya kebunnya sudah terhubung dengan cara Smart farming,” katanya Evaluasi, Apresiasi dan Motivasi Penyuluh Pertanian di Aula Bupati Sambas, Rabu (1/11). Pada kegiatan tersebut juga dihadiri Bupati Kabupaten Sambas, Sekda Kabupaten Sambas, Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, serta perwakilan beberapa OPD di Kabupaten Sambas.

Juliadi mengajak, petani milenial menjadi bagian dari penerapan Inpres No 1 tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Daerah Perbatasan. Dengan adanya Inpres tersebut petani milenial harus siap dengan produk pertanian yang dapat meluncur ke negara-negara tetangga seperti Malaysia, Brunai, Thailand maupun negara-negara lainnya.

Untuk itu ia berharap, sinergi dan kolaborasi ini antara pemerintah daerah, pemerintah Pusat dan petani milenial harus terbangun dengan baik. Pemerintah hadir dalam memberikan solusi permasalahan yang dihadapi petani maupun petani milenial, sehingga permasalahan yang ada bisa di atasi dengan baik.

Dengan ada sebuah kerjasama yang baik, Juliadi mengatakan, akan terjaga kebersamaan dan kekompakan. “Dengan kekompakan petani milenial ini ke depan akan hadir para pengusaha mudah yang sukses pada sektor pertanian,” katanya.

Sementara itu, Ketua umum Generasi Penggerak Pertanian Kabupaten Sambas, Ikram mengatakan,  untuk membangun usaha pertanian kendala yang dihadapi petani adalah permodalan. Dengan kendala tersebut Ikram mengajak petani dan petani milenial memanfaatkan akses KUR yang bunganya disubsidi pemerintah.

”Jika ada petani maupun petani milenial memiliki kendala dalam mengakses permodalan ke pihak perbankan, maka kami di organisasi akan memberikan rekomendasi kepada pihak yang mengajukan, tetapi memang yang akses mengakses KUR tersebut harus dari petani sendiri, kalau selain itu memang tidak bisa,” tuturnya.

Menurut Ikram, selama ini pihak perbankan tidak akan mempersulit petani maupun petani milenial dalam mengakses KUR asalkan jelas jenis usahanya. Jika perbankan melihat di lapangan usahanya baik, maka dalam proses pencairan juga cepat sekali.

Reporter : Juliadi
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018