
Dengan keahlian praktis dan sertifikasi profesi yang mumpuni, lulusan Polbangtan Bogor menjadi calon yang sangat dicari oleh dunia usaha dan industri.
TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor – Dengan keahlian praktis dan sertifikasi profesi yang mumpuni, lulusan Polbangtan Bogor menjadi calon yang sangat dicari oleh dunia usaha dan industri.
Dalam rangka Dies Natalis ke-6, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor menggelar Agriculture and Job Fair 2024 pada Selasa (06/08).
Acara ini menjadi platform penting bagi lulusan untuk menjajaki berbagai peluang karir di industri pertanian.
Setidaknya 10 perusahaan terkemuka turut berpartisipasi, menawarkan beragam posisi dan kesempatan kerja.
Salah satu perusahaan yang menarik perhatian adalah PT East West Indonesia (Ewindo), sebuah pelopor di industri perbenihan tanaman hortikultura.

PT Ewindo membuka lowongan untuk posisi field inspection di beberapa daerah pemasaran, termasuk Jawa Tengah.
Posisi ini menawarkan kesempatan bagi lulusan Polbangtan Bogor untuk terlibat langsung dalam pengawasan kualitas benih dan pengembangan produk pertanian.
Kualitas lulusan Polbangtan Bogor diakui perusahaan yang bergerak di Industri Pertanian sebagai lulusan dengan kompetensi tinggi.
Seperti diakui oleh perwakilan dari Yayasan Dana Bhakti Astra yang sudah bekerjasama dengan Polbangtan Bogor dalam mendampingi bahkan melakukan kegiatan penyuluhan kepada UMKM Pertanian binaan Astra.

“Kita bersama Polbangtan Bogor dampingi petani di Manggarai Barat untuk meningkatkan pertaniannya yaitu kacang mede dengan hasil olahannya. Hasilnya, snack mede ini menjadi andalan saat KTT G20 di Labuhan Bajo kemarin,” tuturnya.
Mendengar ini, Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengapresiasi lulusannya yang sudah banyak bekerja di industri pertanian terkemuka.
“Polbangtan Bogor memiliki 2 profil lulusan yaitu menjadi job creator dan job seeker,” sebutnya.
Lebih jelas Yoyon mengungkapkan, menjadi job creator, diharapkan mereka bisa kembali ke daerahnya dan membangun ekonomi Pertanian daerahnya.
“Untuk job seeker, mereka bisa kembali ke daerahnya dan mengabdi menjadi Abdi negara maupun bekerja di lingkungan Industri Pertanian,” tambahnya.
Namun dalam perjalannya, mahasiswa mahasiswi Polbangtan Bogor yang menentukan untuk menjadi job creator atau menjadi job seeker dengan kemampuan yang terampil.
“Kami menyiapkan tenaga siap kerja dan siap pakai. Sebagai sekolah vokasi yang kurikulumnya 70 persen praktik, Polbangtan Bogor menghasilkan tenaga kerja yang siap pakai dengan keterampilan ahli di bidangnya,” sebutnya.
Keterampilan tersebut diungkapkan Yoyon dilengkapi dengan sertifikasi profesi dan kompetensi sesuai bidangnya.
Seperti Penyuluhan Pertanian dan Peternakan, dibekali dengan Sertifikasi Penyuluh Pertanian Ahli dan Supervisor, kemudian lulusan Program Studi Kesehatan Hewan dibekali dengan sertifikasi Paramedik Veteriner, lalu di Program Studi Agribisnis akan dilengkapi sebagai sertifikasi sebagai Manajer Produksi atau Manager Agribisnis.
Khusus untuk bidang Mekanisasi Pertanian dilengkapi dengan sertifikasi sebagai Teknisi atau Operator Alsintan.
“Jadi masing-masing program studi sudah ada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sehingga masing-masing lulusan di semua program studi siap kerja,” tuturnya.
Seperti diketahui, Polbangtan Bogor adalah sekolah non kedinasan dibawah Kementerian Pertanian dengan sistem boarding school dan dibiayai negara.
“Jalur masuknya ada jalur umum, jalur undangan dan jalur prestasi. Setiap tahunnya kami menerima 245 mahasiswa untuk semua program studi,” bebernya.
Polbangtan Bogor sendiri mempunyai 2 Jurusan dan 5 Program Studi yaitu Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, Agribisnis Hortikultura, Teknologi Mekanisasi Pertanian, Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan dan Kesehatan Hewan.



