
Poktan elohin Dukug Program MBG
TABLOIDSINARTANI.COM, Alor --- Siapa sangka halaman gereja bisa menjadi awal gerakan pertanian yang berdampak besar? Di Desa Waisika, Kecamatan Alor Timur Laut, Kelompok Tani Elohim yang tumbuh dari komunitas jemaat Gereja Elohim menunjukkan bahwa iman dan pertanian bisa bersatu dalam satu misi mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui kegiatan bertema “Kesiapan Petani Mendukung MBG”, Poktan Elohim menggelar sosialisasi dan konsolidasi bersama para penyuluh, pejabat dinas pertanian, dan tokoh gereja.
Kegiatan yang digelar dari pukul 11.00 hingga 15.00 WITA ini bukan sekadar pertemuan teknis, melainkan menjadi simbol kuat kolaborasi lintas sektor antara gereja, petani, dan pemerintah dalam menjawab tantangan gizi dan ketahanan pangan.
Gagasan ini diprakarsai Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Waisika, Fransiskus X. Katfa, SST. Ia melihat potensi luar biasa dalam kelompok tani berbasis gereja yang memiliki ikatan sosial dan spiritual yang kuat.
Semangat gotong royong dan komitmen pelayanan menjadi modal utama Poktan Elohim untuk tampil sebagai pionir dalam mendukung program gizi. Menurut Fransiskus, kelompok ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam penyediaan sayur-mayur bagi dapur gizi, tak hanya di Waisika, tapi juga di wilayah Alor secara luas.
Dukungan pun datang dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Alor. Sejumlah narasumber hadir untuk memperkuat kesiapan para petani, baik dari sisi kelembagaan maupun teknis.
Salah satunya adalah Anita A. Adhi, SST, Penyuluh Madya yang juga menjabat sebagai Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) di Distanbun Alor. Ia menyoroti pentingnya perencanaan budidaya yang berkelanjutan, penguatan jejaring antar kelompok tani, dan pengelolaan pasokan yang terencana agar dapur gizi tetap mendapat suplai sayuran yang konsisten.
Yans Reiner Bang, SST, seorang penyuluh muda yang juga menjabat sebagai KJF, menekankan pentingnya penguatan kelembagaan petani. Menurutnya, legalitas, soliditas internal, dan kemampuan manajerial menjadi penentu utama keberhasilan kelompok tani dalam merespons program nasional dan peluang pasar lokal.
Sementara itu, Akperiba Asamau, SP bersama Siti Sogo, SST dari bidang PSP Distanbun Alor, membahas tentang mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi. Mereka mengingatkan pentingnya transparansi dalam distribusi serta akurasi data RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) agar Poktan Elohim dan kelompok lainnya mendapat alokasi pupuk sesuai kebutuhan riil di lapangan.
Ketua Poktan Elohim, Nansioner Salang, A.Md, dengan penuh keyakinan menyampaikan bahwa kelompoknya siap menjadi tulang punggung penyedia sayuran segar bagi dapur gizi. Ia melihat keterlibatan petani bukan hanya sebagai bentuk partisipasi dalam program pemerintah, melainkan juga sebagai panggilan iman untuk melayani sesama.
Penutupan acara dipandu moderator Adrianus Kawangko, SP, dan ditutup sambutan Pdt. Sanoi Oan, S.Th, Ketua Majelis Jemaat Gereja Elohim. Dalam pesannya, ia menyampaikan rasa syukur karena gereja bisa menjadi ruang bagi pertumbuhan iman sekaligus pemberdayaan ekonomi dan sosial jemaat.
Ia pun mengapresiasi kehadiran para penyuluh dan perwakilan Distanbun yang telah berbagi ilmu dan semangat membangun.
Kegiatan ini juga dihadiri Koordinator BPP Kecamatan Alor Timur Laut, Abraham Kamengmai, SST, serta PPL pendamping lainnya, Wilhelmus Onlet, SST.



