
Poktan Emas Hijau Alor Dapat Program Kebun Bibit Rakyat
TABLOIDSINARTANI.COM, Alor --- Semangat dan harapan baru terpancar dari wajah-wajah anggota Kelompok Tani “Emas Hijau” Desa Dulolong Barat, Kabupaten Alor. Kelompok tani tersebut mendapat kunjungan istimewa dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Benain Nolmina Kupang dalam rangka verifikasi lapangan (ferval) program Kebun Bibit Rakyat (KBR).
Kunjungan ini dihadiri perwakilan BPDAS, Ferry E. Pah, bersama Muljino Biangko dari UPTD KPH Kabupaten Alor.
Keduanya disambut hangat dengan prosesi adat pengalungan selendang, simbol penyambutan khas budaya Alor yang sarat makna kekeluargaan dan penghormatan.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Dulolong Barat, Oktavianus Laa, menyampaikan potensi besar yang dimiliki desanya.
“Kami punya lahan, kami punya tenaga. Sekarang kami berharap pada keberpihakan pemerintah. Program KBR ini menjadi langkah awal. Kami, Kelompok Tani Emas Hijau, siap menyukseskan demi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Senada dengan itu, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Alor Barat Laut, Petrus Payong, SST, menegaskan bahwa program KBR bukan hanya soal menanam bibit.
“Ini adalah pintu masuk program-program lainnya. Kelompok Tani Emas Hijau bisa menjadi contoh, tempat belajar, dan pusat produksi yang menginspirasi kelompok-kelompok lain di seluruh Kabupaten Alor,” ujarnya.
Secara teknis, pendampingan akan dilakukan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Dulolong Barat, Salim Soma Molbang, SST. Ia akan menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan dan pembinaan teknis di lapangan.
Sementara itu, Ferry E. Pah dari BPDAS Benain Nolmina menjelaskan bahwa program KBR yang akan dijalankan memiliki target lahan seluas 30 hektare, dengan 30.000 bibit tanaman seperti pinang, kemiri, cengkeh, mahoni, dan jati putih (MPTS).
Semua bibit akan disemai kelompok tani dan ditanam langsung di lokasi. Program ini didukung penuh dengan anggaran senilai Rp100 juta, bersumber dari aspirasi anggota DPR RI Komisi IV, Ahmad Johan, putra asli Flores Timur.
Ucapan terima kasih disampaikan Ketua Kelompok Tani Emas Hijau, Elia Beli. Ahmad Johan dan seluruh pihak yang mendukung.
“Mari kita kolaborasi, pemerintah, kelompok tani, dan para penyuluh. Bersama, kita bisa wujudkan perubahan nyata untuk Desa Dulolong Barat” Ungkapnya.
Program KBR ini bukan sekadar kegiatan tanam-menanam. Ini adalah titik tolak menuju kemandirian ekonomi dan keberlanjutan lingkungan di Desa Dulolong Barat. Semoga langkah awal ini menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain di Nusa Tenggara Timur.



