Wednesday, 21 October 2026


Petani Alor Dapat Ilmu Baru, Bimtek P2B Dorong Pemanfaatan Pekarangan untuk Pangan

06 Oct 2025, 14:53 WIBEditor : Herman

Bimtek P2B Kabupaten Alor

TABLOIDSINARTANI.COM, Alor, NTT — Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Alor menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Alor Barat Laut.

Kegiatan yang berlangsung pada tahun anggaran 2025 ini diikuti 40 peserta yang berasal dari 15 kelompok tani di tiga desa, yakni Desa Dulolong, Desa Alor Besar, dan Desa Alaang.

Kegiatan dibuka secara resmi Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Alor, Harun Al Rasid Miran, SP.

Dalam sambutannya, Harun menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus mendorong berbagai program dan bantuan untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat, mulai dari bantuan jagung hibrida, sayur-sayuran, ayam petelur, hingga kebun bibit rakyat (KBR).

“Semua program ini hadir berkat dukungan besar dari DPR RI melalui Bapak Ahmad Johan dari Partai PAN. Untuk itu, kita patut berterima kasih atas perhatian beliau terhadap sektor pertanian di Kabupaten Alor,” ujar Harun.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Ahmad Johan, Syukur Omo, putra daerah Alor yang juga dikenal sebagai aktivis HMI.

Pada kesempatan itu, ia menyerahkan bantuan jagung hibrida sebanyak 300 kilogram kepada Kelompok Tani Sumber Rejeki.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi materi. Materi pertama disampaikan oleh Kepala Bidang Hortikultura, Tuti Serangmo, SP, yang menjelaskan arah program P2B serta langkah-langkah kerja dalam budidaya hortikultura di 15 kelompok tani.

Pemateri kedua, Kepala BPP Alor Barat Laut, Petrus Payong, SST, memaparkan tantangan dalam budidaya hortikultura yang selaras dengan Program Makan Bergizi Gratis gagasan Presiden RI Prabowo Subianto.

Ia menekankan pentingnya membaca peluang pasar dan daya beli masyarakat agar hasil pertanian tidak mengalami penurunan harga di tingkat petani.

Sementara itu, pemateri ketiga, Siti Lamarobak, SP, membahas tentang Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), termasuk jenis hama, penyakit, serta cara pengendaliannya menggunakan insektisida yang tepat.

Beragam pertanyaan dan tanggapan muncul dari peserta selama sesi diskusi berlangsung. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat petani untuk berinovasi dan berkolaborasi dalam mendukung program nasional.

“Melalui kolaborasi antara petani, pemerintah, dan dukungan pusat, kita berharap dapat mewujudkan dapur umum yang mampu mendukung Program Makan Bergizi Gratis secara berkelanjutan,” tutup Harun.

Reporter : Petrus Payong
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018