Sunday, 12 July 2026


GERTAM Nasional Resmi Dimulai! Polbangtan Kementan Kawal 45 Hektare di Batanghari

30 Apr 2026, 11:18 WIBEditor : Gesha

Gerakan Tanam (Gertam) nasional resmi dimulai, Polbangtan Kementan kawal 45 hektare di Batanghari guna percepat tanam dan dorong lonjakan produksi pangan nasional.

TABLOIDSINARTANI.COM, Batanghari – Gerakan Tanam (Gertam) nasional resmi dimulai, Polbangtan Kementan kawal 45 hektare di Batanghari guna percepat tanam dan dorong lonjakan produksi pangan nasional.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) resmi menggelar Gerakan Tanam Serempak (GERTAM) secara nasional, Kamis (30/4/2026).

Program ini menjadi langkah strategis mempercepat musim tanam sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia di tengah tekanan global.

Gerakan ini dilaksanakan serentak di berbagai sentra produksi pangan nasional, dengan fokus pada peningkatan indeks pertanaman (IP), optimalisasi lahan, dan percepatan produksi beras.

Di Provinsi Jambi, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor dipercaya sebagai penanggung jawab wilayah.

Kegiatan dipusatkan di Desa Selat, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, dengan total lahan mencapai 45 hektare dalam program Optimasi Lahan (OPLAH) 2024.

Sejumlah pihak turut hadir dalam kegiatan ini, mulai dari Penanggung Jawab Swasembada Pangan, BBRMP Jambi, BLIP Wilayah Sumsel-Jambi, hingga unsur pemerintah daerah dan penyuluh pertanian.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa GERTAM bukan sekadar program rutin, melainkan gerakan kolektif untuk menjawab tantangan pangan global.

“Gerakan tanam serempak ini adalah energi bersama. Kita harus bergerak cepat meningkatkan produksi dan memanfaatkan lahan secara maksimal agar ketersediaan pangan tetap terjaga,” tegasnya.

Menurut Amran, percepatan tanam menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pasokan beras nasional di tengah dinamika iklim dan geopolitik dunia.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan program ini.

“Petani, penyuluh, brigade pangan, perguruan tinggi vokasi, hingga pemerintah daerah harus bergerak dalam satu irama. SDM pertanian yang tangguh adalah kunci utama,” ujarnya.

Hal ini menegaskan bahwa keberhasilan GERTAM tidak hanya bergantung pada lahan dan teknologi, tetapi juga kualitas sumber daya manusia di lapangan.

Keterlibatan Polbangtan menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi kini berperan langsung dalam pembangunan pertanian nasional.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga terjun langsung mengawal program strategis negara.

“Ini bentuk nyata pendidikan vokasi yang adaptif dan solutif. Mahasiswa hadir di lapangan, bukan hanya di kelas,” jelasnya.

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, menegaskan komitmen penuh dalam mendukung swasembada pangan melalui pendampingan di Jambi.

“Polbangtan Bogor siap mengawal percepatan tanam di Batanghari. Kami hadir bersama petani dan penyuluh agar program ini benar-benar berdampak pada peningkatan produksi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keterlibatan ini juga menjadi implementasi nyata program Merdeka Belajar vokasi pertanian, di mana civitas akademika terlibat langsung dalam pembangunan sektor pangan.

GERTAM 2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam mendorong percepatan tanam di berbagai wilayah Indonesia.

Dengan sinergi kuat antara pemerintah, petani, dan akademisi, optimisme menuju kemandirian pangan berkelanjutan semakin menguat.

Reporter : Wsd
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018