Wednesday, 21 October 2026


PM-AAS Resmi Diajarkan di Polbangtan Gowa, Kementan Perkuat SDM Pertanian Masa Depan

06 Jul 2026, 13:18 WIBEditor : Gesha

Polbangtan Gowa resmi mengajarkan metode PM-AAS untuk mencetak SDM pertanian unggul, adaptif, dan siap mendukung swasembada pangan nasional.

TABLOIDSINARTANI.COM, Gowa – Polbangtan Gowa resmi mengajarkan metode PM-AAS untuk mencetak SDM pertanian unggul, adaptif, dan siap mendukung swasembada pangan nasional. 

Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian melalui pengenalan teknologi budidaya modern kepada generasi muda. 

Salah satu langkah nyata dilakukan dengan menghadirkan kuliah umum bertema Metode Tanam Padi PM-AAS di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-8 kampus tersebut.

Kuliah umum yang berlangsung di Aula Syekh Yusuf itu menghadirkan narasumber dari Kementerian Pertanian untuk memberikan pemahaman mengenai penerapan metode tanam padi PM-AAS, mulai dari persiapan lahan, penggunaan benih unggul, teknik budidaya, pemanfaatan teknologi, hingga strategi meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan pertanian tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kualitas SDM yang mampu menguasai dan mengembangkan inovasi.

"Kita membutuhkan SDM pertanian yang unggul, adaptif terhadap teknologi, dan mampu menjadi penggerak modernisasi pertanian untuk mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan," ujar Amran.

Menurutnya, penguatan kompetensi mahasiswa vokasi pertanian menjadi investasi penting untuk menyiapkan generasi penerus yang mampu menjawab tantangan sektor pertanian sekaligus mempercepat pencapaian target swasembada pangan nasional.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan perguruan tinggi vokasi Kementerian Pertanian memiliki peran strategis dalam mencetak lulusan yang kompeten, inovatif, dan siap mendampingi petani di lapangan.

"Mahasiswa Polbangtan harus menjadi agen perubahan yang mampu mengadopsi, mengembangkan, dan menyebarluaskan inovasi pertanian kepada masyarakat sehingga transformasi menuju pertanian modern dapat berjalan lebih cepat," kata Arsanti.

Wakil Direktur III Polbangtan Gowa, Kisman Awaluddin Arsyad, menjelaskan bahwa kuliah umum ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai metode budidaya padi modern yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi usaha tani.

"Mahasiswa diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar langsung dari para narasumber sehingga memiliki bekal yang kuat dalam menghadapi tantangan pembangunan pertanian," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Padi, Amin Nur, memaparkan secara rinci konsep penerapan metode PM-AAS beserta tahapan pelaksanaannya di lapangan. 

Materi yang disampaikan mencakup pengolahan lahan, teknik tanam, pengelolaan tanaman, hingga strategi penerapan teknologi untuk meningkatkan hasil panen.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menekankan bahwa penguasaan teknologi pertanian menjadi kompetensi yang wajib dimiliki generasi muda agar mampu menghadapi perubahan iklim, perkembangan teknologi, dan kebutuhan peningkatan produksi pangan nasional.

Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa yang mengajukan berbagai pertanyaan mengenai implementasi PM-AAS di tingkat petani, tantangan penerapan teknologi, hingga peluang pengembangan inovasi budidaya padi di masa mendatang.

Melalui kuliah umum tersebut, PM-AAS kini resmi menjadi salah satu materi pembelajaran yang dikenalkan kepada mahasiswa Polbangtan Gowa sebagai bagian dari penguatan kompetensi SDM pertanian. 

Langkah ini diharapkan mampu melahirkan lulusan yang profesional, adaptif terhadap teknologi, dan siap menjadi motor penggerak modernisasi pertanian Indonesia demi mendukung ketahanan pangan dan swasembada pangan berkelanjutan.

Reporter : Muzakir
Sumber : Polbangtan Gowa
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018