
Brigade Pangan Jayakerta menjadi langkah baru Kementan mencetak petani muda modern melalui mekanisasi, pelatihan, dan penguatan kelembagaan.
TABLOIDSINARTANI.COM, Karawang – Brigade Pangan Jayakerta menjadi langkah baru Kementan mencetak petani muda modern melalui mekanisasi, pelatihan, dan penguatan kelembagaan.
Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat langkah menuju modernisasi pertanian sekaligus mempercepat regenerasi petani.
Salah satu upaya yang kini menjadi sorotan adalah pembentukan Brigade Pangan Insan Cita Gapoktan Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, yang diproyeksikan menjadi model lahirnya petani muda modern di Indonesia.
Brigade Pangan tersebut dibentuk sebagai bagian dari strategi mempercepat swasembada pangan berkelanjutan melalui penguatan kelembagaan petani, pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan Brigade Pangan merupakan instrumen penting dalam mempercepat transformasi pertanian nasional.
Program ini tidak hanya mendorong efisiensi usaha tani, tetapi juga memperluas penggunaan mekanisasi pertanian dan menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.
"Brigade Pangan diarahkan untuk meningkatkan efisiensi usaha tani, memperluas pemanfaatan mekanisasi pertanian, mendorong keterlibatan generasi muda, serta memperkuat kapasitas petani dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan," ujar Amran.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan keberhasilan Brigade Pangan sangat bergantung pada kualitas SDM yang mengelolanya.
Karena itu, Kementan terus memperkuat kapasitas petani muda melalui pelatihan, pendampingan, hingga pengembangan kompetensi di bidang kewirausahaan dan teknologi pertanian agar Brigade Pangan tumbuh menjadi kelembagaan petani yang profesional dan modern.
Komitmen tersebut mendapat dukungan dari Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) melalui penyelenggaraan kegiatan Pemantapan Brigade Pangan Insan Cita Gapoktan Kecamatan Jayakerta di Laboratorium Mutu Beras dan Pascapanen Serealia, Kabupaten Karawang, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP Tedy Dirhamsyah, Direktur Alat dan Mesin Pertanian Prapanen Ahmad Yusuf, Direktur Alat dan Mesin Pascapanen M. Rizal Ismail, Kepala Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian Wilayah I Bandung Hamid Sangadji, Kepala Laboratorium Mutu Beras dan Pascapanen Serealia BRMP Pascapanen Resa Setia Adiandri, penyuluh pertanian, pengurus gabungan kelompok tani (Gapoktan), serta calon anggota Brigade Pangan.
Brigade Pangan Jayakerta beranggotakan 15 petani muda berusia di bawah 45 tahun yang berasal dari tiga desa di Kecamatan Jayakerta.
Mereka dipersiapkan menjadi motor penggerak modernisasi pertanian sekaligus contoh regenerasi petani di wilayah sentra produksi pangan.
Koordinator Bidang Agriculture MN KAHMI, Prof. Abdullah Puteh, mengatakan Brigade Pangan bukan sekadar organisasi baru, melainkan sebuah gerakan untuk melahirkan generasi baru petani Indonesia yang mampu menguasai teknologi dan menjalankan usaha tani secara profesional.
"Brigade Pangan yang dibentuk hari ini bukan sekadar organisasi baru, tetapi sebuah gerakan untuk menghadirkan generasi baru petani Indonesia. Kita ingin membangun pertanian yang modern, efisien, dan mampu menjadi pilihan profesi yang membanggakan bagi anak-anak muda," katanya.
Tak hanya fokus pada regenerasi, Brigade Pangan Jayakerta juga akan melayani pengoperasian alat dan mesin pertanian mulai dari prapanen hingga pascapanen bagi anggota Gapoktan.
Pengelolaan alsintan secara profesional diharapkan mampu menekan biaya produksi, mempercepat proses budidaya, sekaligus mengurangi kehilangan hasil panen.
Kepala Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP, Tedy Dirhamsyah, menilai inisiatif pembentukan Brigade Pangan di wilayah sentra produksi yang telah memiliki Gapoktan aktif merupakan model baru yang berpotensi mempercepat adopsi mekanisasi pertanian.
"Jika gagasan ini berhasil, maka dapat dikembangkan di daerah-daerah sentra lain di Indonesia," ujar Tedy.
Menurutnya, Brigade Pangan dapat menjadi solusi atas berbagai tantangan sektor pertanian, mulai dari minimnya tenaga kerja, tingginya biaya produksi, rendahnya regenerasi petani, hingga kebutuhan percepatan mekanisasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.
Ke depan, Brigade Pangan Jayakerta juga akan dikembangkan sebagai living laboratory atau laboratorium lapangan bagi sivitas akademika Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor.
Lokasi tersebut akan dimanfaatkan sebagai pusat pembelajaran, penelitian terapan, pengembangan inovasi, hingga pendampingan teknologi pertanian modern.
Selain itu, MN KAHMI juga tengah mengupayakan program beasiswa bagi anggota Brigade Pangan melalui Universitas Insan Cita Indonesia (UICI).
Langkah ini diharapkan dapat melahirkan petani muda yang tidak hanya menguasai teknik budidaya, tetapi juga memiliki kemampuan manajemen usaha, kepemimpinan, dan pemanfaatan teknologi digital.
Melalui sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, penyuluh, dan petani, Brigade Pangan Jayakerta diharapkan menjadi model kelembagaan petani modern yang dapat direplikasi di berbagai sentra pertanian di Indonesia.
Dengan begitu, target regenerasi petani, peningkatan produktivitas, dan swasembada pangan berkelanjutan diyakini dapat tercapai lebih cepat.