Monday, 19 October 2026


Bukan Cuma Baca Buku, Mahasiswa Polbangtan Bogor Dibekali Jurus Cari Informasi Ilmiah

27 Sep 2026, 18:16 WIBEditor : Gesha

Sebanyak 139 mahasiswa Polbangtan Bogor mendapat bekal literasi digital, mulai dari menelusuri jurnal hingga mengelola referensi ilmiah.

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor – Sebanyak 139 mahasiswa Polbangtan Bogor mendapat bekal literasi digital, mulai dari menelusuri jurnal hingga mengelola referensi ilmiah.

Jangan bayangkan perpustakaan cuma soal rak buku, meja baca, dan aktivitas meminjam buku. 

Di era banjir informasi seperti sekarang, mahasiswa juga dituntut punya kemampuan untuk mencari, memilah, dan memastikan informasi yang digunakan benar-benar bisa dipercaya.

Hal itu yang coba diperkuat Perpustakaan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor lewat Bimbingan Teknis (Bimtek) User Education dalam rangka Pekan Kunjung Perpustakaan 2026, Sabtu (19/9).

Sebanyak 139 mahasiswa tingkat 1 Jurusan Pertanian mengikuti kegiatan tersebut. 

Mereka berasal dari Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB), Agribisnis Hortikultura (AGH), dan Teknologi Mekanisasi Pertanian (TMP).

Bimtek ini bukan sekadar mengenalkan lokasi perpustakaan atau cara meminjam buku. 

Mahasiswa justru dibekali keterampilan untuk menelusuri sumber ilmiah, menemukan referensi yang relevan, sampai mengelola sitasi untuk kebutuhan tugas dan penelitian.

Di tengah begitu mudahnya informasi ditemukan lewat internet, kemampuan mencari informasi ternyata nggak cukup hanya dengan mengetik kata kunci di mesin pencari.

Mahasiswa diperkenalkan dengan sejumlah portal untuk menelusuri informasi ilmiah, di antaranya Garuda, Indonesia OneSearch (IOS), dan Google Scholar.

Mereka juga mendapatkan pengenalan mengenai dasar-dasar penelusuran informasi dan penulisan ilmiah. 

Dengan begitu, mahasiswa diharapkan nggak asal mengambil informasi yang muncul di internet, tetapi mampu mempertimbangkan relevansi dan kredibilitas sumber.

Materi kemudian dilanjutkan dengan praktik menggunakan Reference Management Tools, yakni Zotero dan Mendeley.

Dua aplikasi tersebut dapat membantu mahasiswa menyimpan dan mengelola referensi sekaligus menyusun sitasi dalam penulisan akademik.

Jadi, ketika tugas kuliah mulai menumpuk dan referensi makin banyak, mahasiswa sudah punya bekal untuk mengelolanya dengan lebih tertata.

Tim Perpustakaan Polbangtan Bogor menyampaikan materi melalui lima agenda utama.

Pertama, mahasiswa mendapatkan orientasi mengenai layanan dan fasilitas perpustakaan.

Kedua, mereka dikenalkan dengan proses pendaftaran dan penggunaan Perpustakaan Digital Polbangtan Bogor sebagai akses terhadap sumber informasi digital.

Ketiga, mahasiswa mempelajari dasar-dasar penelusuran informasi dan penulisan ilmiah.

Keempat, mereka dikenalkan dengan strategi mencari informasi melalui Garuda, Indonesia OneSearch, dan Google Scholar.

Kelima, mahasiswa melakukan praktik penggunaan Zotero dan Mendeley untuk membantu pengelolaan referensi serta penyusunan sitasi.

Kegiatan tersebut dikemas secara interaktif. 

Mahasiswa nggak cuma duduk mendengarkan materi, tetapi juga mencoba langsung teknik pencarian informasi dan aplikasi pengelola referensi.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka saat mengikuti sesi praktik dan mengajukan pertanyaan.

Kepala Perpustakaan Polbangtan Bogor mengatakan, perpustakaan saat ini tidak lagi cukup hanya menyediakan koleksi buku.

Perubahan cara mahasiswa mendapatkan informasi membuat perpustakaan perlu hadir sebagai pusat sumber belajar yang mampu membantu mahasiswa menemukan informasi yang relevan dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, mengatakan perpustakaan memiliki posisi strategis dalam membangun budaya belajar dan riset mahasiswa.

“Perpustakaan harus menjadi ruang belajar yang hidup dan mampu mengikuti perkembangan kebutuhan mahasiswa. Di era digital, mahasiswa tidak cukup hanya mampu menemukan informasi, tetapi juga harus mampu memilah, menilai kredibilitas, dan memanfaatkannya secara bertanggung jawab,” ujar Yoyon.

Menurut dia, literasi informasi menjadi bekal penting bagi mahasiswa Polbangtan Bogor karena pendidikan vokasi juga menuntut kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, serta menghasilkan karya yang bisa dipertanggungjawabkan secara akademik.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk membangun budaya akademik yang kuat. Memanfaatkan perpustakaan, manfaatkan sumber digital yang tersedia, dan jadikan proses mencari ilmu sebagai bagian dari perjalanan menjadi SDM pertanian yang kompeten,” katanya.

Perkembangan teknologi membuat mahasiswa kini bisa mengakses jurnal, repository, basis data, hingga berbagai sumber ilmiah digital hanya melalui perangkat yang mereka gunakan sehari-hari.

Namun, kemudahan itu juga punya sisi lain.

Informasi yang melimpah belum tentu semuanya relevan dan kredibel. 

Karena itu, mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk menilai sumber, memilih referensi yang tepat, serta menggunakannya secara etis.

Inilah yang menjadi salah satu fokus User Education Perpustakaan Polbangtan Bogor.

Kegiatan tersebut diarahkan bukan hanya agar mahasiswa tahu layanan perpustakaan, tetapi juga memahami cara memanfaatkan sumber informasi untuk menunjang proses belajar dan penelitian.

Bagi mahasiswa baru, kemampuan tersebut bisa menjadi modal penting sejak awal perkuliahan. 

Sebab, semakin tinggi jenjang pendidikan, kebutuhan terhadap referensi ilmiah juga makin besar.

Dengan kemampuan mencari, mengolah, dan menggunakan informasi secara tepat, mahasiswa Polbangtan Bogor diharapkan semakin siap menghadapi pembelajaran vokasi sekaligus berkembang menjadi sumber daya manusia pertanian yang kompeten, adaptif, dan mampu mengikuti perubahan di era digital.

Reporter : Wsd
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018