
Mahasiswa Polbangtan Bogor ditantang ikut mengawal kebijakan pangan nasional. Anggota DPR Endang Setyawati mengungkap peran penting anak muda.
TABLOID SINAR TANI.COM, Bogor – Mahasiswa Polbangtan Bogor ditantang ikut mengawal kebijakan pangan nasional. Anggota DPR Endang Setyawati mengungkap peran penting anak muda.
Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor ditantang mengambil peran lebih besar dalam pembangunan pertanian nasional.
Tak cukup hanya menguasai teknik budidaya, generasi muda juga perlu memahami kebijakan pangan, berani berinovasi, dan mampu menciptakan peluang usaha di sektor pertanian.
Pesan tersebut disampaikan Anggota Komisi IV DPR RI, Endang Setyawati Thohari, saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Polbangtan Bogor, Rabu (14/10).
Kegiatan bertema “Membangun Kepemimpinan Muda dalam Mengawal Kebijakan Pangan” itu diikuti mahasiswa tingkat I dan II.
Dalam pemaparannya, Endang menekankan pentingnya peran pemuda sebagai garda terdepan dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia.
Menurutnya, mahasiswa pertanian harus memiliki wawasan luas agar mampu menghadapi tantangan sektor pertanian yang terus berkembang.
Generasi muda tidak hanya dituntut memahami ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga perlu memiliki karakter kuat, pola pikir progresif, serta semangat inovasi.
Kemampuan tersebut menjadi bekal untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing pertanian Indonesia.
Endang juga mendorong mahasiswa melihat pertanian sebagai sektor strategis yang menawarkan peluang usaha menjanjikan.
Dengan kreativitas dan pemanfaatan teknologi, generasi muda berpotensi mengembangkan usaha dari kegiatan budidaya hingga pengolahan dan pemasaran hasil pertanian.
Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, penguatan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam mendukung swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, turut menempatkan peningkatan kapasitas SDM sebagai fondasi pembangunan pertanian.
Pendidikan vokasi diharapkan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi teknis, karakter, serta kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, terus mendorong pendidikan vokasi menghasilkan lulusan kompeten yang siap berkontribusi dalam pembangunan pertanian.
Penguatan wawasan kebijakan, kepemimpinan, dan inovasi menjadi bekal penting menghadapi tantangan pangan mendatang.
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, menegaskan bahwa mahasiswa perlu dipersiapkan bukan hanya sebagai tenaga kerja terampil, melainkan juga calon pemimpin dan penggerak perubahan di sektor pertanian.
“Mahasiswa pertanian harus memiliki pola pikir maju, berani berinovasi, dan mampu melihat pertanian sebagai sektor strategis yang memiliki peluang besar. Kami berharap mahasiswa Polbangtan Bogor dapat tumbuh menjadi generasi muda yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menjadi wirausaha, inovator, dan penggerak pembangunan pertanian,” ujarnya.
Melalui kuliah umum tersebut, mahasiswa diharapkan memahami hubungan antara kebijakan pemerintah, kebutuhan petani, dan upaya mewujudkan ketahanan pangan.
Wawasan itu juga diharapkan mendorong mereka lebih peka terhadap persoalan pertanian di lapangan.
Polbangtan Bogor berkomitmen memperkuat pendidikan vokasi melalui pembelajaran yang melibatkan pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya mencetak SDM pertanian yang profesional, adaptif, dan inovatif.
Di tengah tantangan pangan nasional, generasi muda diharapkan tidak sekadar menjadi penonton, tetapi tampil sebagai pelaku perubahan yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi pertanian Indonesia. (wsd)