
Hasan Latuconsina
TABLOIDSINARTANI.COM - Membangun korporasi petani merupakan upaya untuk membentuk kelembagaan ekonomi yang kuat bagi petani di pedesaan.
Keberadaan korporasi petani sangat strategis dalam mempercepat ekonomi di pedesaan, karena korporasi petani berbasis Badan Usaha Milik Petani (BUMP) dan secara struktur organisasi dimiliki dan dikelola oleh petani sendiri yang ada di pedesaan.
Meski demikian korporasi petani perlu melibatkan peran pemerintah dalam beberapa hal antara lain 1) membangun jaringan penyuluhan serta pembinaan yang sifatnya berkelanjutan, terorganisir dan tepat sasaran. 2) Membangun lahan pertanian, peternakan, usaha kecil dan menengah, yang disesuaikan dengan karakteristik desa masing-masing. 3) membangun dan memperbaiki saluran irigasi dengan jalan memanfaatkan alam sekitar, tanpa harus merusak lingkungan dan 4) membangun jaringan pemasaran hasil produksi dengan jalan memberdayakan koorporasi secara mandiri dan professional.
Korporasi petani jika sudah melibatkan pemerintah dan sudah menyiapkan SDM secara baik melalui berbagai pelatihan-pelatihan, studi banding, dan mengikuti seminar-seminar dalam rangka menciptakan produk-produk olahan baru yang bermutu tinggi, dan memiliki nilai ekonomi tinggi maka ekonomi pedesaan akan tumbuh dan berkembang dengan baik.
Korporasi petani harus mengikuti perkembangan permintaan pasar terutama pasar local, dan mampu menciptakan produk-produk olahan yang semakin diminati masyarakat luas, untuk itu Korporasi petani tidak hanya terpaku pada olahan produk yang sudah ada, tapi harus lebih kreatif, dan inovatif dalam menghasilkan produk olahan yang berkualitas tinggi dan sesuai dengan permintaan masyarakat baik dalam negeri maupun luar negeri.
Melalui korporasi petani ini, sektor pertanian dapat dikembangkan secara fokus lokasi, komoditas, dan utuh dari hulu-hilir. Sehingga, dampaknya akan meningkatkan pendapatan petani dan mendorong perekonomian pedesaan.