
Mengisi tahun sumberdaya manusia, Barantan menyiapkan Program Agro Gemilang untuk mempersiapkan petani millenial go internasional
TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Dalam rangka menyiapkan generasi muda menghadapi era revolusi industri 4.0, Badan Karantina Pertanian menciptakan program Agro Gemilang untuk mempersiapkan dan mendorong para petani muda untuk memasuki pasar ekspor alias go international.
Program Ayo Galakan Ekspor Generasi Milenial Bangsa atau disingkat Agro Gemilang ini pun mulai dikenalkan kepada publik di Bogor, Selasa (15/1), bersamaan dengan Rapat Kerja Nasional Barantan 2019.
"Selain mengakselerasikan ekspor, Kami juga mendukung program Kementan terkait Petani Milenial. Namun Kita mengarahkan untuk ekspor. Jadi Kita namakan program tersebut Agro Gemilang," beber Kepala Barantan, Banun Harpini.
Program ini secara spesifik untuk meningkatkan kemampuan pemuda tani berorientasi ekspor dalam pemenuhan persyaratan SPS dilakukan serentak di seluruh Indonesia.
"Yang jadi simbol kita adalah Generasi Milenial, Ekspor, dan Kita bentuknya dalam rangka bimbingan teknis sosialisasi di seluruh Indonesia," tambah Banun.
Banun menyampaikan target awalnya (hingga Februari 2019) mencapai 750 peserta, dari total target 5 ribu peserta.
Peserta terdiri dari petani muda, kelompok tani, pelaku tani, petugas rumah kemas komoditas pertanian, para eksportir, asosiasi komoditas pertanian dan mahasiswa Fakultas Pertanian.
"Bimbingan teknis yang akan diberikan, pertama persyaratan SPS negara tujuan para peserta. Kedua, bagaimana pelaksanaan kegiatan karantinanya. Seperti bagaimana cara untuk menghilangkan semut dan kutu putih pada manggis," terangnya.
Kemudian yang ketiga, karantina akan mengembangkan sistem audit kontektual petani milenial dengan membekali aplikasi tentang sistem ketelusuran komoditas pertanian tersebut dari mulai tanam hingga nanti diekspor ke negara tujuan.
Banun berharap dengan gerakan Agro Gemilang mampu memberikan kontribusi pada peningkatan capaian di tahun akhir 2019 dari total ekpor komoditas pertanian senilai Rp 499,37 triliun pada 2018.
"Dengan talenta dan karakteristik generasi milenial, pendampingan Barantan bakal mampu meningkatkan daya saing di pasar global," tukas Banun.
Baginya, potensi generasi muda dan sumberdaya (resource) yang ada di Indonesia ini merupakan suatu berkah yang harus disyukuri dan maksimalkan.