Senin, 18 Februari 2019


20 Juta Ayam dan Itik Siap Disebar untuk 400 ribu RTM

16 Jan 2019, 00:21 WIBEditor : Gesha

Ditjen PKH menegaskan jika program bantuan ayam dan itik dalam Program BEKERJA akan terus ditingkatkan | Sumber Foto:HUMAS PKH

Tercatat, pada tahun 2018 Ditjen PKH telah mendistribusikan ayam/itik sebanyak 6 juta ekor beserta paket bantuan pakan dan obat-obatan terhadap 120.000 RTM.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Program BEKERJA di tahun 2018 sudah dirasakan bermanfaat bagi Rumah Tangga Miskin di beberapa daerah. Kini, di tahun 2019, BEKERJA akan menyebarkan 20 juta ekor ayam dan itik untuk 400 ribu RTM terpilih.

Target ini naik 100 persen, dari 200.000 RTMP tahun 2018 naik menjadi, 400.000 RTMP tahun 2019," ungkap Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di IPB International Covention Center (IICC) Botani Square Bogor (15/01).

Tercatat, pada tahun 2018 Ditjen PKH telah mendistribusikan ayam/itik sebanyak 6 juta ekor beserta paket bantuan pakan dan obat-obatan terhadap 120.000 RTM.

Adapun skema bantuan ternak dalam program #Bekerja dilakukan dengan memberikan bantuan ternak berupa unggas lokal (ayam/itik), kambing/domba beserta kandang dan pakan, serta obat-obatan dan bimbingan teknis yang ditujukan kepada RTM. 

"Saya berharap untuk provinsi yang mendapat bantuan BEKERJA dalam rapat teknis ini untuk aktif melakukan diskusi, sehingga kegiatan tersebut dapat segera dieksekusi”, ucapnya.

Dirinya berharap penangungjawab pelaksana masing-masing kegiatan BEKERJA setelah rapat tenis ini dapat mempersiapkan pelaksanaannya termasuk dalam pelaksanaan kontrak kegiatan, CP/CL dan sosialisasi kegiatan.

Selain Program BEKERJA, pembangunan peternakan dan kesehatan hewan pada tahun 2019 kembali difokuskan pada kegiatan percepatan peningkatan populasi dan produksi sapi/kerbau melalui Upsus Siwab.

“Kegiatan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) tetap dilanjutkan dengan target 3 juta akseptor," ungkapnya.

Karenanya, UPT-UPT perbibitan dapat menjadi pelopor untuk pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB).

I Ketut mencontohkan jika Meksiko memiliki UPT perbibitan 9 unit, sedangkan Ditjen PKH memiliki 7 UPT perbibitan.

Dalam 10 tahun Meksiko mampu mengembangkan sapi potong di UPT perbibitannya, sehingga saat ini Meksiko menjadi negara pengekspor.

Demikian juga halnya dalam pengembangan pakan juga harus diperkuat data potensi lokasi dan lahan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pakan. 

Selain itu juga Ditjen PKH tetap fokus pada peningkatan produksi pakan ternak, pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan, penyediaan benih dan bibit, produksi ternak, serta peningkatan pemenuhan persyaratan produk hewan yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH)

Menurutnya, hal ini sesuai dengan arahan Bapak Menteri Pertanian bahwa tugas dan fungsi pertanian adalah meningkatkan produksi, pemanfaatan teknologi, menciptakan inovasi baru, perkarantinaan, pengawasan, perbaikan sarana dan prasarana produksi. 

Untuk regenerasi dan meningkatkan angka tenaga kerja di sektor pertanian, I Ketut Diarmita menyebutkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman menghimbau agar dalam pelaksanaan pembangunan pertanian melibatkan pemuda millenial.

"Dengan keterlibatan pemuda millennia, maka mereka akan tergerak untuk bertani, berwiraswasta dan menjadi konglomerat di bisnis pertanian," tuturnya.

Karena itu, peternak millenial akan mulai dilibatkan untuk pengembangan beberapa komoditas, diantaranya unggas, sapi/kerbau/sapi perah, kambing/domba, babi dan pengolahan hasil peternakan.

Reporter : Enno
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018