Wednesday, 15 July 2026


Read-Si Berantas Keluarga Tani Miskin

04 Mar 2019, 08:47 WIBEditor : Ahmad Soim

pertemuan koordinasi program itu untuk mempersiapkan pelaksanaan Readsi

Proyek READ-SI dirancang sebagai peningkatan (upgrading) model pendekatan Proyek READ dan akan mengubah paradigma ‘proyek’ yang berdiri sendiri (stand alone) menjadi paradigma program

 

TABLOIDSINARTANI.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) segera melaksanakan kegiatan untuk memberantas keluarga tani miskin di pedesaan dengan pemberdayaan agribisnis melalui pendekatan program dan kemitraan.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Bustanul Arifin Caya membuka pertemuan koordinasi program itu untuk mempersiapkan pelaksanaan kegiatan Readsi di pusat dan daerah yang dilaksanakan di Bogor, awal Maret.

Program pengentasan keluarga tani miskin yang diberinama  Rural Empowerment  and Agricultural Development  Scalling-up Innitiative (READ- SI) dilaksanakan di pedesaan  di 6  provinsi dan  18  kabupaten. Program ini dilaksanakan di Sulawesi, Kalimantan dan NTT.

BACA JUGA:

Kesetiaan Babinsa Dampingi Petani Saat Tanam Padi

Jadi Tanaman Sela Sengon, Jagung Lumajang Mantep Tenan !

Ayo Serbu Jagung dari Lereng Bukit dan Kawasan Perhutani di Banyuwangi

 

Program Rural Empowerment  and Agricultural Development  Scalling-up Innitiative (READ- SI) jelas Bustanul Arifin merupakan inisiasi perluasan Proyek Rural Empowerment and Agricultural Development (READ)  yang  dilaksanakan  pada tahun  2008  sampai  dengan  2014  di  5  Kabupaten  di Provinsi Sulawesi Tengah.

Proyek READ dilakukan dengan pendanaan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) dari International Fund for Agricultural Development (IFAD). Proyek READ dinilai sebagai proyek yang   berhasil   oleh   Bappenas.   Proyek   telah  berhasil  memberdayakan  petani  kecil, meningkatkan  pendapatan  dan produksi  serta memperkuat  kelembagaan  di desa melalui satu paket lengkap program pemberdayaan  yang terintergrasi termasuk kemitraan dengan lembaga swasta yaitu PT MARS yang memberikan dukungan dalam inovasi teknologi untuk tanaman kakao.

Survey dampak Proyek READ yang membandingkan  data rumah tangga sarasaran dan bukan sasaran program READ menunjukan adanya peningkatan indeks ketahanan  pangan. Proyek  READ  telah  mampu  mengurangi  periode  krisis  pangan  94 persen rumah tangga sasaran menjadi kurang dari 3 bulan dengan rata-rata 1,9 bulan dan nilai maksimum paling parah yaitu 4 bulan, sedangkan rumah tangga yang bukan sasaran Proyek READ masih berada diatas 3 bulan dengan rata-rata 3,1 dan maksimum 10 bulan.

Dari sisi peningkatan pendapatan,  program  READ  telah  mampu  meningkatkan pendapatan  rumah tangga sasaran program READ (40% rumah tangga memiliki rata-rata pendapatan yang berada diatas garis kemiskinan) dan 83 persen peningkatan pendapatan tersebut  berasal  dari hasil  pertanian.  Apabila  dilihat  dari sisi pemberdayaan perempuan,

Proyek   READ-SI  dirancang   sebagai peningkatan (upgrading) model pendekatan Proyek READ dan akan mengubah paradigma ‘proyek’ yang berdiri sendiri (stand alone) menjadi paradigma program yang lebih luas dan inklusif  dengan tujuan  untuk  menarik  investasi  swasta  dan  masyarakat  dalam  kegiatan proyek.

Pendekatan yang akan ditetapkan pada Program READ-SI   lebih meningkatkan skalanya melalui pemberdayaan masyarakat secara Nasional. Strategi peningkatan  skala proyek READ-SI akan mengkombinasikan  hasil uji coba dan perbaikan (testing and refining) pendekatan Proyek READ yang dilaksanakan dalam kondisi geografis yang berbeda    melalui    pengelolaan    pengetahuan    yang    kuat   (strong    knowledge management)  berdasarkan  kerangka  kerja kebijakan  dengan  mengacu  pada bukti nyata, dan penguatan kapasitas kelembagaan.

Reporter : Wellyana
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018