
pertemuan koordinasi program itu untuk mempersiapkan pelaksanaan Readsi
TABLOIDSINARTANI.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) segera melaksanakan kegiatan untuk memberantas keluarga tani miskin di pedesaan dengan pemberdayaan agribisnis melalui pendekatan program dan kemitraan.
Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Bustanul Arifin Caya membuka pertemuan koordinasi program itu untuk mempersiapkan pelaksanaan kegiatan Readsi di pusat dan daerah yang dilaksanakan di Bogor, awal Maret.
Program pengentasan keluarga tani miskin yang diberinama Rural Empowerment and Agricultural Development Scalling-up Innitiative (READ- SI) dilaksanakan di pedesaan di 6 provinsi dan 18 kabupaten. Program ini dilaksanakan di Sulawesi, Kalimantan dan NTT.
BACA JUGA:
Kesetiaan Babinsa Dampingi Petani Saat Tanam Padi
Jadi Tanaman Sela Sengon, Jagung Lumajang Mantep Tenan !
Ayo Serbu Jagung dari Lereng Bukit dan Kawasan Perhutani di Banyuwangi
Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scalling-up Innitiative (READ- SI) jelas Bustanul Arifin merupakan inisiasi perluasan Proyek Rural Empowerment and Agricultural Development (READ) yang dilaksanakan pada tahun 2008 sampai dengan 2014 di 5 Kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah.
Proyek READ dilakukan dengan pendanaan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) dari International Fund for Agricultural Development (IFAD). Proyek READ dinilai sebagai proyek yang berhasil oleh Bappenas. Proyek telah berhasil memberdayakan petani kecil, meningkatkan pendapatan dan produksi serta memperkuat kelembagaan di desa melalui satu paket lengkap program pemberdayaan yang terintergrasi termasuk kemitraan dengan lembaga swasta yaitu PT MARS yang memberikan dukungan dalam inovasi teknologi untuk tanaman kakao.
Survey dampak Proyek READ yang membandingkan data rumah tangga sarasaran dan bukan sasaran program READ menunjukan adanya peningkatan indeks ketahanan pangan. Proyek READ telah mampu mengurangi periode krisis pangan 94 persen rumah tangga sasaran menjadi kurang dari 3 bulan dengan rata-rata 1,9 bulan dan nilai maksimum paling parah yaitu 4 bulan, sedangkan rumah tangga yang bukan sasaran Proyek READ masih berada diatas 3 bulan dengan rata-rata 3,1 dan maksimum 10 bulan.
Dari sisi peningkatan pendapatan, program READ telah mampu meningkatkan pendapatan rumah tangga sasaran program READ (40% rumah tangga memiliki rata-rata pendapatan yang berada diatas garis kemiskinan) dan 83 persen peningkatan pendapatan tersebut berasal dari hasil pertanian. Apabila dilihat dari sisi pemberdayaan perempuan,
Proyek READ-SI dirancang sebagai peningkatan (upgrading) model pendekatan Proyek READ dan akan mengubah paradigma ‘proyek’ yang berdiri sendiri (stand alone) menjadi paradigma program yang lebih luas dan inklusif dengan tujuan untuk menarik investasi swasta dan masyarakat dalam kegiatan proyek.
Pendekatan yang akan ditetapkan pada Program READ-SI lebih meningkatkan skalanya melalui pemberdayaan masyarakat secara Nasional. Strategi peningkatan skala proyek READ-SI akan mengkombinasikan hasil uji coba dan perbaikan (testing and refining) pendekatan Proyek READ yang dilaksanakan dalam kondisi geografis yang berbeda melalui pengelolaan pengetahuan yang kuat (strong knowledge management) berdasarkan kerangka kerja kebijakan dengan mengacu pada bukti nyata, dan penguatan kapasitas kelembagaan.