Jumat, 21 Juni 2019


23 Pesantren di Bangkalan Terjaring Program Kelompok Tani Santri Milenial

11 Apr 2019, 10:36 WIBEditor : Yulianto

Bimtek KSTM di Bangkalan bersama Bupati Bangkalan Ra. Latief dan Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Kuntoro Boga Andri | Sumber Foto:Humas Kementan

Pesantren dan santrinya memiliki posisi strategis dalam percepatan pembangunan pertanian dan regenerasi petani. Pesantren sebagai institusi pendidikan harus didorong untuk mengajarkan lifeskill yang bisa mengembangkan potensi daerahnya

TABLOIDSINARTANI.COM, Bangkalan---Kementerian Pertanian kini menyasar kalangan santri menjadi bagian dalam pembangunan pertanian. Salah satu programnya adalah Kelompok Santri Tani Milenial (KSTM). Di Pulau Garam, Madura, khususnya Kabupaten Bangkalan setidaknya Program KSTM menyasar 230 santri dari 23 pesantren.

Program ini ditandai dengan pembukaan kegiatan bimbingan teknis peningkatan kompetensi  KSTM oleh Bupati Bangkalan, R. Abd. Latif Amin Imron di Pondok Pesantren Al Hikam, Kel.Tonjung, Kec. Burneh, Senin (8/4).

Dalam kegiatan yang dihadiri Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, para kepala dinas dan pimpinan pesantren di Kab Bangkalan,  bersamaan juga dibagikan bantuan bahan praktik berupa 11.500 ekor ayam, 23.000 kg pakan ayam, 23 paket obat/vitamin/vaksin serta bantuan pembuatan kandang sebanyak 23 unit.

Menurut Kuntoro Boga Andri, pesantren dan santrinya memiliki posisi strategis dalam percepatan pembangunan pertanian dan regenerasi petani. Pesantren sebagai institusi pendidikan harus didorong untuk mengajarkan lifeskill yang bisa mengembangkan potensi daerahnya.

“Santri merupakan generasi muda memiliki potensi besar untuk sebagai penerus SDM atau tenaga kerja di sektor pertanian. Karena itu kita harus bina mereka dan ajak mereka terjun ke dunia pertanian, salah satunya melalui KSTM ini," ucapnya.

Melalui bimbingan teknis tersebut,  Kuntoro berharap terjadi peningkatan kompetensi. Para santri bisa bergabung dalam KSTM sebagai media organisasi pembelajaran dalam dunia pertanian dan pengembangan usaha.

Terkait potensi daerah, Bupati R. Abd Latif Amin Imron atau yang biasa dipanggil Ra Latif ini menyebutkan, Bangkalan sebagai gudangnya pondok pesantren di Jawa Timur. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2018, terdapat 231.000 Pondok Pesantren dengan dan 805 madrasah diniyah yang berada di Kabupaten Bangkalan.

Selain itu, menurut Ra Latif, Bangkalan juga memiliki potensi di sektor pertanian dengan 70 persen penduduknya bekerja di sektor pertanian. Di Kabupaten ini ada 29.000 ha lahan sawah dengan produksi padi mencapai 32.000 ton per tahun dan jagung sebanyak 132.000 ton per tahun. Juga ada komoditas lokal yang juga potensial seperti durian, salak dan cabe jamu, ucapnya.

Meski demikian, ungkap Ra Latif, beberapa indikator masih menunjukkan Bangkalan sebagai daerah tertinggal. Menurut Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, dari 60 persen desa di Bangkalan ada sekitar 15 persen penduduknya termasuk kategori tertinggal. Ketertinggalan ini identik dengan desa dan pertanian, sehingga obat mujarab membangun desa adalah dengan membangun pertanian, tegasnya.

Ra Latif juga mendukung program KSTM karena selaras dengan program prioritas daerah yang disusunnya, yakni program santri enterpreneur dan penumbuhan 1000 wirausahawan di tiap kecamatan. "Saya merasa bahagia karena program kerja prioritas ini bisa berjalan selaras dengan program santri tani milenial dari Kementerian Pertanian,ungkapnya.

Reporter : Kontributor
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018