Kamis, 27 Juni 2019


PENAS XVI Jadi Ajang Penyuluhan Teknologi Terkini Bagi Petani Millenial

20 Mei 2019, 15:32 WIBEditor : Gesha

PENAS menjadi ajang penyuluhan teknologi pertanian terkini bagi Petani Millenial | Sumber Foto:PRIBADI

Dalam PENAS juga terjadi proses pembelajaran dari petani, oleh petani untuk petani. Karenanya, pada PENAS harus ditampilkan, khususnya perkembangan revolusi industri 4.0, IT dan IPTEK

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Tak hanya menjadi tempat berkumpulnya para Petani-Nelayan Andalan, Pekan Nasional (PENAS) juga menjadi ajang penyuluhan teknologi terkini bagi mereka, khususnya petani millenial yang selalu haus akan teknologi.

"Kami inginkan yang dipamerkan disana (PENAS XVI Sumbar) adalah karya terbaik anak bangsa. Contoh, jagung produksi 20 ton/ha dengan model zigzag, Belgian Blue berat 2 ton, traktor tanpa orang bahkan drone," beber Menteri Amran Sulaiman saat Sosialisasi dan Koordinasi PENAS XVI Tahun 2020 Sumatera Barat, di Kantor Kementerian Pertanian, Senin (20/5).

Apalagi pertanian kini tengah merambah pada 4.0 dengan masuknya otomatisasi, internet of things (IoT) dan digitalisasi. "Inilah yang menggerakkan pemuda-pemuda (generasi millenial) untuk bertani," tambahnya.

Modernisasi di bidang pertanian seperti inilah yang ingin ditampilkan dalam ajang terbesar PENAS XVI tahun 2020 mendatang. "Menjadi bentuk transfer teknologi ke petani," tegasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Momon Rusmono menambahkan bahwa PENAS dari tahun ke tahun memberikan dampak positif terhadap petani, terutama peningkatan kualitas petani yang berdampak pada kesejahteraan petani. 

"Dalam PENAS merupakan metode penyuluhan dimana terjadi proses pembelajaran dari petani, oleh petani untuk petani. Karenanya, pada PENAS harus ditampilkan, khususnya perkembangan revolusi industri 4.0, IT dan IPTEK," tuturnya.

Apalagi dalam proses belajar dan transfer teknologi akan jauh lebih berhasil apabila melihat hasil riil di lapangan. "Ada usaha nyata yang dilihat, akan lebih melekat bagi mereka. Dan mudah direplikasi oleh petani," tambah Momon.

Karenanya, PENAS XVI di Sumatera Barat ini menjadi ajang dan proses pembelajaran bagi petani sehingga bisa menerapkan teknologi pertanian lebih maju lagi. "Ujung-ujungnya pada kedaulatan pangan, kesejahteraan petani dan Lumbung Pangan Dunia 2045," tutur Momon.

Penyuluh Swadaya

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Winarno Tohir menuturkan bahwa PENAS menjadi bagian penumbuhan petani millenial untuk menjadi penyuluh swadaya yang bisa menjadi motor penggerak transfer teknologi ke petani.

"Mereka (petani millenial) bisa menjadi penyuluh swadaya untuk membantu sesama petani agar bisa sama-sama sukses," tutur Winarno.

Dengan adanya minat melakukan penyuluhan meskipun secara swadaya, menjadi bentuk pengabdian petani millenial.

Termasuk transfer teknologi yang bisa jauh lebih cepat dan menjangkau daya nalar generasi millenial. Sehingga bisa membantu penyuluh PNS dan THL TBPP untuk bisa mengubah pola pikir bertani dengan teknologi.

"Saya yakin kalau millenial sudah bertani, pasti akan banyak temuan (inovatif) karena mereka tidak akan berhenti berpikir dengan segala daya nalarnya dan jenjang pendidikan yang sebagian besar diatas SMA, akan jauh lebih aplikatif," tuturnya.

Winarno menyebutkan contohnya seperti temuan autonomous traktor, drone pemupukan, smart greenhouse dan sebagainya.

"Karena itu, nanti dalam PENAS XVI nanti akan ada Temu Generasi dimana mempertemukan antara (pelaku usaha) 3.0 dengan 4.0. Termasuk nantinya akan ada kongres Penyuluh Swadaya," tuturnya.

Reporter : Nattasya
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018