Sabtu, 24 Agustus 2019


Dongkrak SDM Petani, Kabupaten/Kota Sambut Baik DAK BPP

18 Jul 2019, 17:28 WIBEditor : Gesha

Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kian diperkuat dengan DAK | Sumber Foto:ISTIMEWA

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- DAK Penugasan Fisik akan dicairkan untuk pembangunan  Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Pemerintah Kabupaten/Kota menyambut baik, karena BPP menjadi sarana pendongkrak SDM Petani.

"Saya sudah siapkan berbagai data mengenai kelengkapan BPP, diharapkan di tahun 2020 bisa direalisasikan untuk membangun BPP tersebut," tutur Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur, Anton Wukak Sogen kepada tabloidsinartani.com.

Di Flores Timur sendiri sudah ada 18 BPP yang sudah terbangun dan berjalan kegiatan penyuluhannya. "Kita minta bangun 1 BPP di Kecamatan Adonara. Disana ada dua daerah Irigasi dan potensi pertanian yang bagus. Masyarakat sudah menyerahkan lahan untuk BPP tapi bangunannya belum terbangun," tuturnya.

Tak hanya membangun, Anton juga berharap jika sarana dan prasarana informasi teknologi (IT) bisa menjadi bagian BPP Adonara. "Semuanya kan memang sekarang sudah online, kami berharap juga ada perbaikan atau penguatan sinyal yang terjadi di Flores Timur kepada Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemeninfo)," tuturnya.

Untuk diketahui, BPP merupakan kelembagaan penyuluhan pertanian terdepan dan sangat strategis untuk mengawal program pembangunan pertanian dan mempunyai tugas fungsi yang tidak mungkin dikerjakan lembaga lain untuk menyelenggaraan penyuluhan pertanian di kecamatan.

Dengan penyuluh dan sarana prasarana kegiatan penyuluhan yang mumpuni, fungsi BPP bisa berjalan dengan efektif dan efisien.

"Fungsi BPP pun bisa diperkuat dari yang awalnya hanya sebagai tempat pertemuan pelaku utama, penyuluh dan pelaku usaha, tetapi juga menjadi tempat penyebarluasan informasi dan teknologi secara cepat, efektif dan efisien untuk dapat memfasilitasi akses petani terhadap permodalan, pasar dan teknologi," ungkap Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Momon Rusmono.

Idealnya, satu BPP membina 1 kecamatan sentra produksi pertanian agar penyuluhan lebih terarah. Namun kenyataannya ada sekitar 120 BPP yang membina lebih dari 1 kecamatan. Data dari Simluhtan, BPP se-Indonesia hanya sekitar 5.646, sedangkan kecamatan seluruh Indonesia mencapai 7.136 sehingga masih ada 1.490 kecamatan yang belum memiliki BPP.

Karena itu, penguatan BPP dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan Fisik pada tahun 2020 mendatang menjadi andalan. DAK tersebut bisa dipergunakan untuk pembangunan, rehabilitasi maupun melengkapi sarana prasarana BPP.

Adapun total Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan Fisik dianggarkan dari APBN untuk pembangunan/renovasi/perlengkapan sarana dan prasarana untuk Kabupaten/Kota terpilih adalah Rp 712 Milyar yang terdiri dari Rp 557 Milyar untuk rehabilitasi maupun bangun baru dan Rp 155 Milyar untuk perlengkapan sarana dan prasarana. 

Reporter : Nattasya
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018