Sabtu, 19 Oktober 2019


Petani Millenial Terdidik, Penguat SDM Pertanian Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia

14 Agu 2019, 14:31 WIBEditor : Gesha

Penciptaan SDM Petani Millenial yang terdidik mampu memperkuat Indonesia menuju lumbung pangan dunia | Sumber Foto:ISTIMEWA

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Cita-cita besar Indonesia untuk Lumbung Pangan 2045, tentunya membutuhkan dukungan dan landasan yang kuat dari sumberdaya manusia (SDM) Pertanian, salah satunya melalui petani millenial terdidik.

"Menteri Pertanian Amran Sulaiman berkali-kali menegaskannya dan berarti tekad kita sangat kuat untuk mencapai hal tersebut. Karenanya perlu tahapan tertentu yang harus dilalui. Dimulai dari swasembada pangan kemudian stabil yang akan diekspor ke dunia. Karena menjadi lumbung pangan dunia tidak hanya memenuhi sendiri tetapi juga pangan dunia," tutur Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof Dedi Nursyamsi di Kementerian Pertanian, Rabu (14/8).

Dalam memenuhi pangan dunia, ekspor bisa menjadi jalannya. Namun, menuju kesana membutuhkan komoditas yang berdaya saing tinggi dan tidak hanya meningkatkan produksi semata, tetapi komoditas dengan produktivitas yang efektif dan efisien. Untuk mencapainya perlu didukung infrastruktur, inovasi teknologi mutakhir dan semuanya berlandaskan sumberdaya manusia yang mandiri, profesional dan berjiwa enterpreneur tinggi.

"Kalau diurut, SDM mandiri, profesional, kompeten, dan berjiwa enterpreneur tinggi menjadi landasan dari lumbung pangan dunia yang dirintis Indonesia," tuturnya.

Salah satu upayanya adalah melalui jalur pendidikan vokasi transformasi STPP menjadi Polbangtan. Dimana alumninya benar-benar handal di bidangnya masing-masing. Ada yang handal di bidang penyuluhan, handal di bidang mekanisasi, handal di agribisnis ada pula yang handal di pengolahan hasil pertanian. 

"Alumni Polbangtan ini kita didik untuk menjadi pelaku pertanian yang handal, profesional dan berjiwa enterpreneurship tinggi. Baik sebagai job creator maupun tenaga profesional di perusahaan," tambah Prof Dedi.

Perlu diketahui, setelah fokus pada pembangunan infrastruktur pada tahun 2014–2019, visi Indonesia tahun 2020–2024 adalah menjadikan pembangunan SDM sebagai prioritas utama. Sejalan dengan arahan Presiden Jokowi, Kementan terus mengembangkan aspek sumber daya manusia (SDM) untuk mencapai ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. SDM merupakan aspek strategis dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

Karenanya, pendidikan vokasi di bawah Kementan diharapkan mampu membentuk mahasiswa untuk menjadi wirausaha di bidang pertanian serta mampu untuk bersaing di dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Reporter : Nattasya
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018