Friday, 25 September 2020


Alokasi Anggaran 2020, Fokuskan SDM Pertanian Profesional, Mandiri Berdaya Saing

12 Sep 2019, 14:10 WIBEditor : Gesha

Alokasi Anggaran tahun 2020 diprioritaskan untuk menciptakan SDM Pertanian | Sumber Foto:PRABU

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Tahun 2020 sudah di depan mata, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) sudah mempersiapkan alokasi anggaran yang memfokuskan pada peningkatan SDM Pertanian Profesional, Mandiri Berdaya Saing dan Berjiwa Wirausaha.

“SDM yang hebat akan mampu menciptakan infrastruktur yang hebat, mampu memeliharanya dalam waktu yang lama serta mampu menciptakan inovasi teknologi yang jauh lebih bermanfaat. Seluruh anggaran, seluruh tenaga, seluruh waktu dan pikiran kita harus menuju kesitu. Harus menuju terciptanya SDM Pertanian yang professional, yang mandiri berdaya saing dan berjiwa wirausaha tinggi," tegas Kepala BPPSDMP, Prof Dedi Nursyamsi seraya menginstruksikan seluruh pejabat BPPSDMP dalam penyusunan RKA-K/L alokasi anggaran untuk tahun 2020, Bogor, Kamis (12/9).

Karenanya, seluruh anggaran baik yang berasal dari APBN maupun dari bantuan hibah luar negeri (BHLN), digunakan untuk mewujudkan pendidikan vokasi pertanian, mewujudkan pelatihan vokasi pertanian dan memantapkan standarisasi dan sertifikasi, memantapkan sistem penyuluhan pertanian yang berkelanjutan, membangun reformasi birokrasi terutama di lingkup BPPSDMP Kementan.

“Rapatkan barisan saling bersinergi berjuang sama-sama dengan senjata RKA-Kl ini untuk menghasilkan SDM yang handal professional, mandiri berdaya saing dan berjiwa wirausaha tinggi," tegasnya 

Prof Dedi juga mengingatkan RKA-KL terkait dengan pengelolaan uang negara yang memiliki SOP. "Karena itu sebagai penyelenggara negara sebagai KPA, PPA harus jujur dan tertib administrasi," bebernya.

Terkait dengan dana dekon, karena ada keterbatasan maka harus ada sinergi antara Kementan dan daerah. “Daerah juga ada alokasi anggaran untuk penguatan penyuluh. Saling mengisi saling mendukung, saling melengkapi. Daerah juga harus berkontribusi dalam pembangunan pertanian mendukung program-program yang berasal dari pusat," pesannya.

Prof Dedi kemudian berpesan semoga dalam RDP bisa diketok menjadi APBN dan RKa-KL 2020 ."Wujudkan visi pembangunan jangka panjang Indonesia mandiri, maju, adil dan makmur yang diterjemahkan kedalam visi kementan yaitu Kedaulatan pangan; Kesejahteraan petani dan  Lumbung pangan dunia 2045," tukasnya.

Reporter : Kontributor
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018