Saturday, 19 September 2020


Wahyudin, Mengejar Harapan Kuasai Pasar Domestik Jamur Merang

14 Aug 2020, 08:58 WIBEditor : Gesha

Wahyudin terus berusaha mengejar pasar domestik | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Subang - - - Di Desa Sukahaji, Kecamatan Ciasem, Kabupatan Subang, Jawa Barat terdapat kelompok tani yang bergerak di budidaya jamur, yakni Kelompok Tani Jamur ‘Jembar Jamur’ pimpinan Wahyudin.  Kelompok tani ini mampu menghasilkan pendapatan hingga Rp 6 juta per bulan dan terus mengejar harapan menguasai pasar domestik dari Jamur Merang. 

"Alhamdulillah dari luar daerah seperti Lampung, Aceh dan Medan sudah banyak yang pesan bibit jamur merang," kata Wahyudin yang juga menjadi ketua BUMDES Baramuda Sukahaji. 

Untuk daerah Lampung, Aceh dan Medan, pemesanan bibit jamur bisa mencapai sekitar 20 ribu log. Namun untuk memenuhi target tersebut butuh campur tangan pemerintah daerah untuk membantu pengadaan peralatan seperti tempat laboratorium "Sejauh ini kita masih tetap konsisten untuk meningkatkan budidaya jamur merang sebagai peningkatan ekonomi masyarakat," tuturnya.

Baca Juga  : Dapat Penghasilan Rp 30 Juta per tahun dari Jamur Merang

Zainul Abidin, Usaha Jamur setelah Mendampingi Petani Jamur

Usaha Aneka Jamur Konsumsi, Ternyata Berpeluang Ekspor

Peluangnya Menggiurkan, Yuk Coba Budidaya Jamur Shiitake

Menjadi petani jamur merang tidaklah mudah selain harus tekun dalam memelihara budidaya jamur. Juga harus mampuh memilih bibit jamur yang berkualitas agar dapat menghasilkan jamur merang yang bagus.

Dari mulai tanaman hingga panen hanya membutuhkan waktu 15 hari dari satu kumbung bisa menghasilkan jamur merang sebanyak 2 kwintal dengan harga Rp30 ribu perkilo atau sekitar Rp6 juta. “Mudah sebenarnya, hanya terkendala di modal saja sebagian besarnya. Tapi Insya Allah masih bisa saling membantu,” tambahnya. 

Diakui Wahyudin, pasar jamur memang menggiurkan terutama jamur merang yang kini tengah naik daun selama pandemi COVID 19. Karena itu dirinya terus berupaya meningkatkan produksi untuk bisa mengejar harapan memenuhi pasar domestik dahulu. 

Olahan Keripik 

Selain berbudidaya pasar jamur merang segar, BumDes pimpinan Wahyudin ini juga melakukan memproduksi keripik berbahan jamur merang dengan cita rasa yang lezat serta dapat menggoyang lidah.

Dipilihnya usaha jamur merang karena didaerahnya itu sebagai penghasil jamur terbesar di wilayah Pantura Ciasem. Ada sekitar 500 orang yang melakukan budidaya jamur merang yang ditampung oleh Wahyudin.

Dirinya optimis keripik berbahan jamur ini akan menjadi ikon desa sebagai penghasil keripik jamur terbesar di wilayah Pantura Ciasem, serta menjadi desa agro bisnis yang ada di perbatasan Kabupaten Karawang.

Dengan modal yang cukup usaha keripik jamur merang ini bisa terwujud atas dorongan dan kerjasama masyarakat. Keripik jamur yang sudah dikemas mengunakan kantong plastik dengan ukuran 250 gram dipasarkan ke daerah seperti Karawang, Bekasi dan Jakarta dengan harga relatif terjangkau.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018